Persiapan Psikologis Bagi Ibu Yang Akan Melahirkan

Saat-saat mendebarkan bagi ibu hamil adalah saat menuju ruang persalinan atau akan melahirkan, tak peduli untuk saat pertama maupun ke-sekian kalinya, namun akan lebih mendebarkan bagi yang mengalaminya pertama kali. Berbagai perasaan tentunya campur-aduk. Rasa cemas, khawatir atas apa yang mungkin terjadi akan menyebabkan perasaan menjadi tidak tenang. Ternyata, perlu persiapan psikologis dibutuhkan oleh ibu yang akan melahirkan. Bantuan dari orang-orang terdekat adalah utama, demikian juga dari tenaga kesehatan yang menanganinya.

Persiapan psikologis bagi ibu yang akan melahirkan bahkan harus dipersiapkan sejak awal masa kehamilan. Mengapa ?  Proses kehamilan hingga menjelang kelahiran bukanlah proses yang mudah bagi seorang wanita. Banyak hal berbeda dan bervariasi yang terjadi sepanjang proses tersebut. Proses kehamilan yang mendebarkan sekaligus penuh dengan keluhan disana sini tetap tidak mengurangi kebahagiaan kenyataan akan memiliki anak. Proses kelahiran dengan sejuta rasa sakitpun demikian, persiapan psikologis akan membuat ibu lebih kuat mental menghadapi proses kelahiran.

Mempersiapkan dana, perlengkapan bayi, lokasi/rumah sakit yang akan menangani, akan membantu ibu merasa tenang. Ada pula bimbingan dari pihak rumah sakit bersalin atas kegiatan proses persalinan dengan melakukan komunikasi terapeutik dengan cara memberi pejelasan serta menguatkan dan mengurangi beban perasaan dan pikiran pada ibu sesaat akan melahirkan, membantu mengambil tindakan yang efektif untuk pasien dan memberi pengarahan pada keluarganya akan memberi dukungan penuh pada ibu yang akan melahirkan.

Pendekatan komunikasi terapeutik bertujuan menjalin komunikasi yang nyaman dengan pasien, memberi dorongan verbal yang positif, selalu mendengarkan dan memperhatikan keluhannya. Jangan salah, terkadang bidan yang tak ramah, bahkan terkesan tak simpatik dan peduli malah menambah beban ibu yang akan bersalin, hingga salah satunya dapat menjadi penyebab terjadinya hipertensi. Ini sangat berbahaya.

Selain itu, perlu dibina juga komunikasi non-verbal, yakni melalui sentuhan yang tepat dan benar pada sumber nyeri, atau sekedar memberi sugesti pada pasien dalam mengatasi rasa sakit menjelang persalinan. Ini merupakan persiapan psikologis yang cukup tepat  bagi ibu yang akan melahirkan oleh bidan. Berikutnya, memberi informasi tentang kemajuan persalinan terhadap pasien, inilah hal yang dirasa dapat membantu mengurangi rasa cemas dan lebih mempersiapkan diri pada berbagai kemungkinan yang terjadi.

Memandu ibu saat persalinan dengan semangat dan kesabaran, intruksi khusus tentang cara bernafas, dapat merelaksasi posisi tubuh. Adakan pula kontak fisik dengan pasien seperti menggosok punggung, memeluk, menyeka keringat dengan lembut. Efek ini akan membawa dampak psikologis yang luar biasa pada ibu yang akan bersalin.

Persiapan psikologis bagi ibu yang akan melahirkan selanjutnya adalah, bidan atau dokter tak segan memberikan pujian, saat ibu sudah berhasil menjalankan intruksi dengan benar. Beri aroma-therapi yang menenangkan disekitar kamar bersalin dan ucapkan selamat, sesaat bayi di lahirkan dengan penuh perjuangan.