“Baby Blues” Bisa Terjadi Sebelum Melahirkan?

Pernahkah Anda mengalami hal seperti ini, mudah marah, sedih bahkan menagis sesaat setelah melahirkan? Kadang gampang tersinggung dan kekhawatiran berlebih pada jabang bayi. Belum lagi tak tahu harus berbuat apa untuk meredakan tangis bayi, apalagi ditambah tubuh Anda belum sehat betul pasca melahirkan. Itu pertanda Anda mengalami ‘Baby Blues Syndrome’.

Sindroma baby blues ini biasanya terjadi pada para ibu yang baru melahirkan. Peralihan dari wanita lajang, menjadi hamil, melahirkan dengan rasa sakit yang luar biasa, hingga akhirnya memiliki anak dengan segala pernak-perniknya memang bukanlah persoalan mudah. Wanita dituntut untuk bisa beradaptasi dengan cepat dalam kondisi seperti ini. Nah, kurangnya kemampuan beradaptasi inilah yang menyebabkan sindroma baby blues.

Biasanya kondisi ini dialami saat 14 hari pertama pasca melahirkan. Saat rentang waktu 3-4 hari seusai kelahiran sang buah hati inilah saat yang paling rawan. Tapi bila kondisi itu tak membaik juga dalam batas waktu 2 minggu, maka dikhawatirkan terjadi ‘Postpartum Depression’ yakni depresi tingkat lanjutan yang mengarah pada gangguan jiwa apabila tak segera ditangani dengan serius. Penurunan kadar hormon estrogen dan progesterone dan hormon lainnya secara drastis, membuat ibu cepat menjadi lelah, mengalami depresi dan penurunan mood, terlebih apabila orang di sekitarnya tak banyak membantu.

Namun bisakah baby blues itu terjadi sebelum melahirkan? Sangat bisa terjadi, karena akibat dari ketakutan dan kecemasan ibu selama kehamilan, apalagi pada minggu akhir menjelang persalinan dan pertama kalinya mengandung. Kondisinya sama, ibu yang sangat kelelahan menopang bayi yang dikandung, mudah menjadi kalut dan cemas manakala memikirkan masa persalinan yang akan dijalaninya, apalagi mendengar kisah orang lain saat melahirkan, terutama yang sifatnya negatif.

Hal ini malah menjadikan situasi yang rawan, karena dengan ketakutan ibu jelang persalinan akan mempersulit proses kelahiran. Persalinan akan menjadi macet, sehingga membutuhkan bantuan alat-alat seperti penjepit kepala bayi didalam rahim, sampai keputusan untuk Caesar. Untuk itu, semua pihak diharapkan bisa bekerjasama untuk menciptakan perasaan tenang dan nyaman bagi ibu sebelum melahirkan.

Ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk meredakan rasa cemas dan sindroma baby blues ini, yakni salah satunya dengan melakukan persiapan matang sebelum melahirkan, baik dari segi mental, finansial maupun perlengkapan bayi. Cobalah membekali diri dengan pengetahuan mengenai kehamilan dan kelahiran yang dapat diperoleh dari buku, atau ikut forum diskusi tentang persalinan dan saling berbagi pengalaman. Seluruh keluarga serta teman diharapkan dapat memberikan dukungan positif agar dapat menciptakan ketenangan bagi ibu manakala semakin mendekati waktu kelahiran. Banyak berdoa, cukup beristirahat, memperhatikan pola makan, semua itu upaya meredakan baby blues yang bisa terjadi sebelum melahirkan.