
Kejang karena demam dan bagaimana mengatasinya terkadang sering membuat orang tua bingung. Tidak ada orang tua yang tega melihat buah hati mereka sakit dan terkapar tidak berdaya. Yang perlu anda tahu tentang demam adalah bahwa kejang ini biasa dan umum terjadi saat seseorang mulai merasa demam. Kalau ini terjadi pada anak-anak, biasanya ditandai dengan sinyal yang aneh, seperti badan menjadi kelojotan, terasa kaku, dan mata terlihat berputar-putar. Setelah itu, pernafasan anak pun terganggu dan anak menjadi tidak responsif dengan kulit yang berubah menjadi lebih gelap. Tetapi, setelah gejala kejang itu terjadi, anak pun normal kembali. Gejala ini biasanya terjadi dalam waktu 1 menit saja. Lalu, apa yang harus dilakukan kalau ini terjadi pada anak-anak?
Demam Yang Diiringi Dengan Kejang
Sebenarnya, kejang yang disebkan oleh demam ini jarak terjadi lebih dari satu kalau dalam waktu 24 jam. Tetapi, kejang yang disebabkan oleh hal ini bisa saja terjadi lebih lama dan ini pun hanya terjadi pada satu bagian tubuh, yang artinya tidak menyebar ke bagian lain. Hanya saja, kalau anak-anak mengalami hal tersebut, sebagai orang tua anda harus melakukan tindakan apapun untuk menghindari terjadinya luka pada anak. Anda bisa membaringkan anak di tempat tidur atau lantai dan menjauhkan benda-benda yang kira-kira bisa membahayakan dirinya seperti pisau. Masalah anak kejang karena demam dan bagaimana mengatasinya juga bukan perkara mudah. Tetapi orangtua bisa memiringkan kepala anak agar air ludah atau muntahan bisa langsung keluar dari mulut anak. Ada satu hal penting yang harus anda ketahui. Anda jangan sekali-kali memberikan apapun baik makanan ataupun minuman pada anak yang sedang kejang. Jika anda lakukan hal tersebut, maka ini hanya akan membahayakan jiwa anak karena ia bisa tersedak. Anda harus menunggu sampai anak tidak kejang lagi. Kalau gejala kejang sudah berhenti, tubuh anak mulai lemas. Dalam keadaan demikian, anda bisa memberikan obat anti kejang yang disebut dengan diazepam. Kejang-kejang yang terjadi pada anak-anak umumnya terjadi karena masalah gangguan pencernaan, infeksi pada otak, terkena radang tenggorokan dan juga demam yang mencapai suhu 400 derajat Celcius.
Penanganan Dokter Untuk Anak Kejang
Setelah semua hal diatas dilakukan dan kejang yang dialami oleh anak tidak juga berhenti, langkah terakhir yang harus anda lakukan adalah dengan pergi ke dokter. Dokter akan memeriksa kondisi anak anda dan mencari tahu sebenarnya apa penyebab kejang yang dialami. Mencari tahu akar masalah akan jauh lebih penting daripada memberikan berbagai obat tapi justru membuat sang anak mengalami salah diagnosa. Dokter juga tidak akan sembarangan memberikan obat karena hal ini justru bisa berakibat fatal. Mungkin saja pemberian obat penurun demam akan diberikan sehingga anak anda tidak begitu tersiksa karena demam. Hanya saja, pemberian obat demam tidak akan menghentikan gejala kejang itu sendiri. Anda juga tidak perlu khawatir kalau anak mengalami kejang karena ini tidak berbahaya serta tidak akan mengganggu kesehatan anak dalam waktu jangka panjang. Jadi sekarang, anda tahu dan paham saat menghadapi anak kejang karena demam dan bagaimana mengatasinya.

