
Istilah diet selalu dikaitkan dengan upaya mengurangi berat badan yang berlebih, padahal sebenarnya bisa lebih luas. Diet bisa diartikan sebagai upaya untuk mengatur asupan nutrisi dengan tiga tujuan utama, yaitu: mengurangi massa untuk memperoleh tubuh yang langsing, mengurangi massa tubuh untuk membentuk massa otot, atau pantang terhadap makanan tertentu untuk mendapatkan tubuh yang sehat.
Diet merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan dengan optimal. Diet merupakan salah satu cara agar tubuh tidak menerima asupan makanan yang tidak berlebihan. Baik dari kadar lemaknya ataupun kuantitasnya. Maka, tidak heran banyak orang mengatakan dia sedang berdiet ketika melakukan pengurangan konsumsi makanan tertentu.
Dengan cara berdiet, kita bisa mempertahankan tubuh yang ideal, meningkatkan vitalitas tubuh, hingga menurunkan berat badan. Apapun tujuan dari diet, bukan semata-mata mengurangi makanan melainkan mengatur konsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan, menakar nutrisi tubuh sesuai dengan kebutuhan tubuh, dan memberikan asupan tertentu yang dipilih untuk memperbaiki sistem organ tubuh.
Lalu, bagaimana dengan bayi? Perlukah diet untuk bayi usia 0 – 24 bulan? Apakah bayi memerlukan diet sedangkan pada masa itu dia memerlukan sebanyak mungkin nutrisi untuk pertumbuhannya? Diet seperti apa yang dibutuhkan oleh bayi? Apa keuntungan diet untuk bayi? Apakah perlakuan diet pada bayi dan orang dewasa sama saja?
Bayi usia 0 - 24 bulan dapat juga melakukan diet sesuai pengertian yang terakhir yaitu memantang mengkonsumsi makanan tertentu. Tentu saja, makanan yang dipantang adalah makanan yang tidak memberikan nilai gizi bagi tubuhnya justtu bisa menimbulkan dampak merugikan jika mengkonsumsinya.
Diet pada bayi dianjurkan terutama untuk bayi yang menderita alergi, terlebih alergi makanan. Bayi dengan risiko alergi sebaiknya melakukan pengaturan pola asupan makanan. Meski sebenarnya pada usia ini konsumsi ASI menjadi pasokan nutrisi utama bagi bayi.
Pada usia 0 – 24 bulan biasanya bayi sudah dikenalkan dengan makanan padat untuk membantu tumbuh kembangnya selain ASI sebagai nutrisi utama. Pada bayi yang masih mengkonsumsi ASI diet difokuskan pada pemilihan bahan makanan tertentu yang dapat memicu timbulnya alergi seperti kacang-kacangan, ikan laut, telur, ayam serta berbagai bahan penyedap buatan pabrik. Sementara pemberian ASI bisa ditingkatkan. Pemberian ASI dapat meningkatkan pembentukan antibodi dalam tubuh bayi sehingga bayi tidak rentan sakit.
Bayi penderita alergi umumnya memiliki imun yang kurang baik, oleh karena itu asupan gizinya harus tercukupi sempurna, yaitu dengan memberikan ASI sebagai makanan terbaik. Sedangkan bagi bayi yang tidak mendapatkan ASI dikarenakan sang Ibu mengalami gangguan pengeluaran ASI, atau pun bekerja dapat digantikan dengan memberikan asupan susu berbahan dasar kedelai sebagai bentuk diet. Susu kedelai dapat mencegah munculnya alergi yang disebabkan protein susu.
Jadi, bila ada pertanyaan perlukah diet untuk bayi usia 0 – 24 bulan? Anda bisa menjawabnya demikian, “Bayi usia 0 – 24 bulan dapat melakukan diet meskipun ada atau tidak ada kecenderungan mengalami kelebihan berat badan ataupun resiko alergi karena upaya diet yang dilakukan lebih difokuskan pada pengaturan jenis asupan makanan dengan tujuan untuk menjaga kesehatan bayi”.
Nah, sudah semakin paham kan mengenai diet pada bayi? Diet dilakukan untuk kesehatan bukan tujuan lain yang membuat tubuh menjadi tidak sehat. Diet justru memberi dampak positif bagi bayi Anda. Mari mulai berdiet!

