Kenali Ciri-Ciri Bayi Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa biasanya adalah bayi yang tubuhnya tidak mampu memproduksi laktase atau enzim yang dibutuhkan untuk mencerna laktosa atau gula yang terkandung dalam susu. Intoleransi laktosa dapat menyebabkan nyeri perut dari kelebihan produksi gas dalam usus bayi. Untuk dapat mengetahui penanganan yang tepat, sebaiknya ibu mengenali ciri-ciri bayi yang mengalamai intoleransi laktosa terlebih dahulu.

Ciri-Ciri Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa pada bayi biasanya ditandai dengan adanya kembung, nyeri perut, muntah, dan diare. Hal ini disebabkan oleh adanya gas yang berlebihan. Ciri lain adalah bayi mengalami kram perut, gejala yang ditunjukkan biasanya adalah menangis dan mengangkat kaki seperti pada gejala kolik. Gejala intoleransi laktosa biasanya mulai muncul sekitar 30 hingga 2 jam seusai bayi mengkonsumsi susu formula. Kebanyakan, bayi akan menunjukkan rasa sakit dengan menangis atau tiba-tiba rewel. Bayi juga akan mengalami kesulitan tidur atau tiba-tiba terbangun dan menangis. Selain itu, ciri-ciri bayi intoleransi laktosa adalah tinja umumnya berair, berwarna gelap, bahkan hingga berbusa. Tidak hanya itu, diare pada bayi juga terjadi berkali-kali sepanjang hari. Hal ini bisa terjadi hingga lebih dari tiga hari.

Intoleransi Laktosa Menyebabkan Eksim

Intoleransi laktosa pada bayi juga dapat menyebabkan eksim. Ciri-ciri intoleransi laktosa yang menyebabkan eksim yaitu kulit bayi akan menjadi kering dengan tekstur kasar dan timbul benjolan putih kecil. Eksim ini dapat menyebar pada tubuh bayi dan menyebabkan kulit bayi menjadi kering dan bersisik. Untuk intoleransi laktosa yang dapat menyebabkan eksim, dapat diatasi dengan cara selalu menjaga kelembaban kulit bayi dan menggunakan sabun lembut saat memandikan si kecil.

Penanganan Intoleransi Laktosa

Bila bayi mengalami ciri intoleransi laktosa, segera hentikan pemberian susu. Saat membeli susu formula, baca labelnya dengan hati-hati. Hindari konsumsi susu dan produk olahan susu yang pada labelnya tertulis mengandung laktosa. Sekarang ini, sudah diproduksi susu dengan kandungan laktosa yang rendah atau yang bebas laktosa sama sekali. Jika tidak menemukan jenis susu seperti itu, ibu dapat memberikan susu kedelai pada bayinya.

Susu kedelai tidak mengandung laktosa, melainkan sukrosa serta corn syrup (sirup yang dibuat dari jagung) yang lebih mudah dicerna sehingga aman untuk diberikan kepada bayi. Karena intoleransi laktosa menyebabkan diare juga muntah, bayi akan dehidrasi. Oleh sebab itu, sebaiknya ibu membawa bayi ke dokter spesialis anak dan menanyakan bagaimana cara mengurangi resiko dehidrasi secepat mungkin. Setelah ibu mengetahui ciri-ciri bayi intoleransi laktosa, penanganannya pun jadi lebih mudah