Menghentikan Kebiasaan Mengompol pada Balita

Ngompol memang menjadi salah satu hal yang sering diperbincangkan antara orang tua yang memiliki anak balita. Kebiasaan mengompol ini sering terjadi pada anak usia di bawah 3 tahun, namun tidak menutup kemungkinan anak berusia 6 tahun masih memiliki kebiasaan ini.

Menghentikan kebiasaan mengompol pada balita tidak semudah memerintah anak untuk pipis sebelum tidur. Anak yang melakukan pipis sebelum tidur pun kadang tetap mengompol. Ketika ditanya kenapa, si anak menjawab dia bermimpi buang air kecil di kamar mandi. Kalau sudah begitu, orang tua nggak bisa marah, kan?

Jika Anda termasuk orang tua yang bingung menghadapi kebiasaan mengompol pada balita Anda sebaiknya Anda memahami dulu mengapa mereka masih mengompol. Apalagi, jika Anda membawanya menginap di rumah orang lain, di hotel, ataupun di tempat yang bukan milik Anda tentu Anda akan malu menyadari ompolannya membuat repot orang lain.

Umumnya kebiasaan mengompol ini akan hilang seiring dengan usia anak. Anak berusia 3 tahun sudah lepas dari kebiasaan mengompol, bahkan anak perempuan jauh lebih cepat hilang kebiasaan mengompolnya dibandingkan laki-laki.

Apa Yang Menyebabkan Anak Balita Anda Mengompol?

Penyebabnya bisa berasal dari kelainan sistem syaraf otot kandung kencing, namun tidak jarang kasus kebiasaan mengompol ini dikarenakan masalah kejiwaan pada balita Anda dan sebagian kecil lainnya karena penyakit organik. Namun, kebiasaan mengompol ini biasanya hilang secara spontan pada usia anak 10 tahun.

Gejala kebiasaan mengompol ini terlihat pada kemungkinan setiap malam anak mengompol saat tidur, namun bisa juga dia mengompol saat tidur siang walaupun ketika dilakukan pemeriksaan kencing dan fisik anak berada pada batas normal. Namun, jika kebiasaan mengompol ini penyebabnya adalah kejiwaan maka biasanya dia cenderung mengompol di siang hari dan ketika kencing harus buru-buru karena kebelet dan akhirnya pipis di celana.

Menghentikan Kebiasaan Mengompol pada Balita

Cara mengobatinya memang gampang-gampang susah. Menghentikan kebiasaan mengompol pada balita dimulai dengan membatasi asupan air minum menjelang tidur. Biasanya anak ingin minum saat mau tidur, Anda bisa memberinya minum namun tidak dalam jumlah besar. Cukup menggunakan cangkir yang kecil saja. Kemudian, mintalah anak Anda untuk membangunkan Anda ketika ingin kencing. Biasakan untuk mulai kencing di kamar mandi jam berapapun dia ingin kencing. Jika dia tidak membangunkan Anda, coba Anda buat jam tersendiri untuk membangunkannya agar kencing di kamar mandi. Dengan kebiasaan ini, dia akan mulai membatasi diri untuk tidak mengompol.

Jika anak masih juga mengompol, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat yang bisa membatasi produksi air kencing. Atau Anda juga bisa memasangan alat khusus yang akan berbunyi jika celana anak basah sehingga si anak refleks bangun dan segera menuju kamar mandi.

Jangan lupa membiasakan sesuatu yang positif seperti menghentikan kebiasaan mengompol pada balita harus dengan pendekatan yang baik. Anda bisa memberikan hadiah jika dalam jangka waktu satu bulan dia tidak mengompol. Atau sekadar pujian pun bisa membuatnya semangat. Tidak jarang, kebiasaan menghukum anak karena mengompol justru membuat anak semakin tertekan dan akhirnya malah terus mengompol. Apa salahnya sebuah ciuman di pagi hari Anda berikan jikadia tidak mengompol di malam hari? Cobalah untuk lebih melakukan pendekatan dari hati ke hati dengan balita Anda untuk menghentikan kebiasaan mengompolnya.