
Gejala TB pada bayi seringkali susah untuk diidentifikasi. Tuberculosis atau yang lebih popular dengan nama TBC adalah penyakit yang disebabkan serangan bakteri Mycobacterium tuberculosis pada organ vital manusia, terutama paru-paru. Faktanya, penyakit tuberculosis, yang dikenal orang sebagai salah satu akibat merokok ini, tidak hanya dapat menjangkit orang dewasa yang aktif merokok tapi juga bayi di bawah usia 1 tahun. Rentannya sistem imun seorang bayi pada usia di bawah 1 tahun membuatnya mudah terjangkit penyakit-penyakit mematikan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami dan mengetahui gejala yang ditimbulkan suatu penyakit, dalam hal ini Gejala TB pada bayi, agar segera dapat mengambil langkah tepat mengatasinya sebelum terlambat. Langkah paling tepat untuk mencegah bayi tertular TB adalah dengan memberikan imunisasi BCG.
Tanda Dan Gejala TB Pada Bayi
Tuberculosis adalah jenis penyakit yang penularannya melalui media udara. Bakteri Mycobacterium tuberculosis terbawa droplet atau air udara yang keluar ketika seorang penderita TB bernafas, batuk atau bersin. Karena kekebalan tubuh yang belum terbentuk secara sempurna, bayi pada usia dibawah 1 tahun sangat memiliki kemungkinan tertular penyakit ini.
Gejala TB pada bayi relatif sulit dikenali. Hal ini disebabkan karena gejala yang ditimbulkan berbeda dengan gejala TB yang sering ditemukan pada orang dewasa. Namun, di bawah ini adalah beberapa gejala TB pada bayi yang dapat dijadikan petunjuk awal untuk memeriksakan bayi anda ke dokter untuk mengetahui keadaan sesungguhnya.
- Berat badan bayi akan turun selama 3 bulan secara berturut-turut tanpa ada penyebab pasti. Hal itu juga akan tetap terjadi bahkan ketika bayi telah mendapat suntikan penambah gizi.
- Nafsu makan rendah atau hampir tidak ada sama sekali. Bayi akan cenderung tidak doyan makan dan menyebabkan berat badannya semakin menurun.
- Demam dalam jangka waktu relatif lama. Meskipun terjadi dalam jangka yang lama, demam yang menyertai TB cenderung tidak begitu tinggi.
- Pembengkakan kelenjar limfa superfisialis. Pembengkakan ini tidak disertai dengan rasa sakit dan biasanya terjadi di sekitar leher, lipatan paha,dan ketiak.
- Gangguan saluran pencernaan seperti diare. Selain itu, juga munculnya benjolan di bagian abdomen serta munculnya cairan-cairan dalam abdomen.
Mengetahui Tuberkulosis dini
Tanda dan gejala TB pada bayi dapat diketahui dengan beberapa cara. Selain melihat dari Gejala TB pada bayi yang telah muncul, beberapa tes telah tersedia di rumah sakit terdekat untuk membantu anda, para orang tua, mengetahui kondisi kesehatan bayi anda. Tes yang bisa anda lakukan pada bayi anda di rumah sakit adalah uji Tuberculin (Mantoux). Uji mantoux ini dilakukan untuk mengetahui apakah tubuh seorang bayi telah terinfeksi virus tuberculin atau tidak. Keefektifan uji ini mencapai lebih dari 90%, sehingga hasil uji tes ini sering kali dipergunakan untuk memverifikasi gejala TB pada bayi yang telah muncul. Uji mantoux dilakukan dengan penyuntikan intrakutan pada setengah bagian atas lengan bawah kiri bagian depan. Penilaian hasil uji akan dilakukan 48-72 jam setelah proses penyuntikan.
Sangat penting diperhatikan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bayi akan sangat berperan dalam mencegah terjangkitnya anak akan penyakit bahaya ini. Orang tua diharap menjauhkan anak dari asap rokok, karena pada faktanya, perokok pasif memiliki resiko terkena dampak negatif rokok lebih besar daripada perokok aktif itu sendiri. Perhatikan kebersihan, awasi kesehatan anak, dan jika gejala TB pada bayi sudah mulai muncul, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat!

