
Terjadinya tumor pada anak menempati posisi sekitar 5 % dari total pengidap tumor di dunia. Namun untuk kecenderungan terjadinya keganasan pada anak hanya sekitar 2 % dari keseluruhan pengidap keganasan segala usia. Sebagaimana keganasan lainnya, tumor ganas yang muncul pada anak juga dapat menyebabkan kematian. Salah satu tumor ganas yang dapat diderita anak adalah tumor abdomen. Artikel berikut mengajak pembaca mengenal tumor abdomen pada anak.
Sebagian besar tumor abdomen tersusun dari neuroblastoma, limfoma pada abdomen, adanya hepatoma, tumor pada ovarium dan lain sebagainya. Anak yang mengalami tumor abdomen sering tidak mengalami gejala yang dapat menimbulkan keluhan sehingga tidak jarang orang tua yang menyadari adanya penyakit ini pada buah hatinya.
Meskipun demikian terdapat tanda-tanda yang bisa dijadikan patokan awal guna mewaspadai kemungkinan adanya tumor abdomen ini. Gejala yang mungkin dapat timbul antara lain adalah lesu, lemah, badan semakin kurus, sulit makan, timbulnya keringat berlebih, tidur gelisah dan terkadang diikuti dengan demam dan wajah pucat. Nyeri pada perut dapat muncul pada kondisi sudah memasuki fase lanjut. Terkadang anak mengeluh sakit pada bagian perut seperti ditusuk-tusuk.
Untuk mengenal tumor abdomen pada anak ini perlu dikenal jenis tumor abdomen. Terdapat beberapa macam tumor, antara lain adalah :
Teratoma. Merupakan tumor yang di inisiasi dari sel germinativum dan berasal dari rongga abdomen. Pada umumnya teratoma ini terdapat di ovarium dan menimbulkan bentuk menyerupai kista atau kelompokan sel. Teratoma membentuk massa tumor yang cukup besar melalui pemeriksaan foto.- Rabdomiosarkoma. Merupakan tumor yang berasal dari rongga pelvis atau yang berhubungan dengan saluran kemih. Tumor ini tumbuh mendesak ke arah abdomen sehingga menjadikan sakit pada abdomen ketika tumor sudah mulai membesar.
Tumor abdomen dapat diobati menggunakan obat sitostatika ataupun obat kemoterapi lainnya. Tidak sedikit orang tua yang menginginkan adanya terapi herbal untuk anak dengan tumor abdomen. Namun disarankan jika dapat diobati secara kemoterapi ditambah dengan meningkatkan sistem imunitas anak, maka diharapkan tumor ini dapat disembuhkan tanpa harus menjalani operasi.
Dengan mengenal tumor abdomen pada anak maka dapat lebih dini melakukan tindakan serta penatalaksanaan terhadap penyakit ini.

