Efek Samping Perawatan Kanker pada Anak

Anak Anda mungkin sudah sembuh dari kanker yang membahayakan nyawanya. Tapi, tunggu dulu ada baiknya Anda waspada. Karena itu bukan berarti anak Anda bebas 100%, karena biasanya perawatan kanker tidak hanya menyerang sel kanker, tapi juga sel normal. Efek samping perawatan kanker pada anak bisa saja mengintai, baik efek samping jangka pendek yang tidak begitu berbahaya hingga efek samping jangka panjang yang bisa memengaruhi masa depan anak.

Efek samping perawatan kanker pada anak yang bersifat jangka pendek adalah perubahan pada indra perasa dan penciuman. Perawatan kanker dapat membuat penciuman dan perasa anak terganggu, sehingga akhirnya anak dapat kehilangan nafsu makannya dan kehilangan berat badan. Anak yang mendapatkan perawatan kanker juga dapat mengalami rambut rontok, pusing dan muntah-muntah, serta anemia.

Ada beberapa efek samping perawatan kanker pada anak yang bersifat jangka panjang dan perlu diwaspadai. Salah satunya adalah keterlambatan masa puber. Oleh karenanya, orang tua harus rajin memeriksakannya ke dokter agar dokter segera menanganinya. Keterlambatan masa puber ini akan berdampak pada masa depan sang anak.

Efek samping lainnya adalah gangguan pada hormon pertumbuhan anak. Anak yang mendapatkan perawatan radioterapi bisa mengalami gangguan hormon pertumbuhan sehingga ia tidak dapat tumbuh setinggi anak pada umumnya.

Gangguan pada jantung dan hati juga bisa terjadi sebagai efek samping perawatan kanker pada anak yang menggunakan kemoterapi. Efek samping ini tidak langsung terlihat dalam waktu dekat, oleh karenanya check up teratur diperlukan untuk menghindari gangguan ini.

Efek samping jangka panjang lainnya yang lebih berbahaya adalah terjadinya kanker lainnya atau kanker tahap kedua. Ini bisa terjadi karena perawatan kanker tersebut merangsang sel kanker lainnya yang dapat berkembang di masa depannya.

Efek samping perawatan kanker pada anak yang bersifat jangka pendek tidak bisa dihindari, namun bisa diatasi dan biasanya akan segera sembuh dengan perawatan yang tepat. Akan tetapi berbeda pada efek samping jangka panjang yang dapat dihindari asalkan orang tua selalu memeriksakan kondisi kesehatan anak secara teratur.