Mengenal Lebih Jauh Tentang Penyakit Difteri

Mari mengenal lebih jauh tentang penyakit difteri. Anak berumur 1 sampai 10 tahun dapat mengalami gejala sesak nafas akut atau sakit pada pernafasan secara tiba-tiba. Kemungkinan itu adalah asma, namun bisa jadi terserang difteri. Difteri merupakan sebuah infeksi akut pada saluran pernafasan yang biasanya menyerang anak-anak usia 1 - 10 tahun. Penyakit ini disebabkan oleh aktivitas bakteri Corynebacterium Diphtheriae atau dikenal juga sebagai bakteri basillus Klebs-Löffler. Disebut bakteri basillus karena bentuknya yang menyerupai basil atau batang. Dinamakan Kleb-Loffler karena ditemukan oleh bakteriolog Jerman yaitu Edwin Klebs dan Friedrich Loffer pada tahun 1884 saat terjadi wabah serangan bakteri ini secara besar-besaran di Jerman.
Corynebacterium Diphtheriae termasuk golongan bakteri anaerobik fakultatif dan Gram positif, yang ditandai dengan bentuknya yang tidak mempunyai kapsul tubuh, tidak mempunyai spora seperti kebanyakan bakteri-parasit lainnya, tak bergerak, dan berbentuk basil pada ukuran 1 sampai 8 µm dengan lebar 0,3 sampai 0,8 µm. Bakteri ini hidup secara berkelompok, dan jika dilihat pada kultur, kelompok bakteri ini akan terlihat seperti sebentuk huruf kanji Cina.
Strain Corynebacterium diphtheria kebanyakan dikenal karena memproduksi racun. Racun tersebut berupa eksotoksin protein 62 kilodalton berat molekulnya. Dasar tindakan vaksinasi difteri adalah menonaktifkan eksotoksin protein tersebut dengan menggunakan serum anti toksin. Namun, tidak semua strain Corynebacterium diphtheria ini berbahaya. Bakteri ini hanya akan memproduksi racun apabila bakteri ini terinfeksi oleh sebuah bakteriofag yaitu sebuah virus tipe T-virus yang biasa menyerang bakteri.

Untuk mengenal lebih jauh tentang penyakit difteri, ada baiknya kita mengenal juga bagaimana cara penularannya. Difteri sebenarnya merupakan serangan T-virus pada bakteri yang menginfeksi saluran pernafasan anak, maka penyakit ini sangat mudah sekali menular lewat udara. Karakteristik virus sendiri yang berukuran sangat kecil mudah untuk keluar masuk bahkan melalui pori-pori manusia, dengan membawa racun yang diproduksi bakteri tersebut.
Penyakit ini menular melalui udara, yaitu dari dara yang terkontaminasi oleh cairan mulut dan hidung dari penderita. Hati-hati juga dengan baju dan handung penderita, harus dipisahkan dari anak yang sehat, karena mudah sekali tertular melalui baju, handuk bahkan sentuhan tangan. Minum dari gelas yang sama atau minum bersama dengan penderita difteri juga sangat tidak dianjurkan, karena mudah sekali tertular.

Gejala dan Pencegahan Difteri
Gejala penyakit ini harus ditangani sejak dini karena penyakit difteri dapat menyebabkan kematian. Adapun penderita yang selamat, pasti akan mengalami gangguan atau cacat otot atau organ tertentu, juga kerusakan pada ginjal, bahkan juga dapat mengalami kerusakan jantung.
Anak yang terinfeksi bakteri Corynebacterium Diphtheria akan mengalami masa gejala setelah 2 hingga 4 hari. Kemudian akan mengalami demam tinggi hingga 38 derajat Celsius. Selain itu akan mulai kesulitan untuk menelan makanan dan minuman. Leher menjadi bengkak dan tampak selaput putih keabuan di sepanjang saluran pernafasan dari hidung. Setelah itu, anak mulai mengalami kesulitan dalam bernafas dan selalu mengeluarkan dahak padahal tidak sedang flu atau pilek dan batuk. Lapisan kelenjar tersebut akan terus terbentuk bila tidak segera ditangani dan akan menutup saluran hidung hingga anak tidak dapat bernafas secara total, maka hal ini akan mengakibatkan kematian.

Pertolongan pertama pada penderita difteri adalah dengan pemeriksaan gejala, lebih baik untuk membawa anak ke dokter atau bidan terdekat. Sebelum terlambat, lebih baik untuk mencegah timbulnya penyakit ini. Beberapa hal yang dapat mencegah terjadinya infeksi Corynebacterium diphtheria:

  1. Vaksinasi atau imunisasi DPT/HB untuk usia 0-1 tahun yang diberikan 3 kali saat anak berumur 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan
  2. Vaksinasi atau imunisasi DT untuk anak usia 1 – 7 tahun yang diberikan 1 kali semasa umur tersebut
  3. Vaksinasi atau imunisasi TD untuk usia 7 tahun ke atas.
  4. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar
  5. Mengatur pola makan dan hidup sehat teratur
  6. Berolah raga dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin
  7. Hindari kontak langsung dengan penderita difteri

Difteri adalah penyakit yang disebabkan infeksi bakteri. Infeksi tersebut sangat berbahaya dan sangat menular jika terjadi pada manusia.