
Usia 5 hingga 12 tahun merupakan fase terpenting bagi anak-anak. Pada usia tersebut, biasanya anak-anak mulai aktif mengembangkan kemampuan bersosialnya, baik di lingkungan rumah maupun sekolahnya. Namun, kemampuan tersebut bisa saja terhambat karena adanya tindakan bullying dari beberapa pihak yang ada di sekitar anak-anak kita. Bullying merupakan salah satu tindak kekerasan yang bisa terjadi kepada siapa pun dan di mana pun, misalnya antara guru dan murid, sesama teman, kakak kelas kepada adik kelas, dan lain-lain.
Nah, tindakan bullying sendiri biasanya berupa tindakan tidak menyenangkan, misalnya : tuduhan, fitnah, sering disalahkan, kritikan tajam dan menyakitkan, diberi julukan negatif, dilecehkan, dibentak, dihina, dan lain-lain. Selain itu, bullying juga bisa berupa perlakuan fisik, misalnya : dipukul, dijewer, dicubit, ditinju, didorong, ditendang, dijitak, didorong kepala, dan lain-lain. Tindakan bullying tersebut seringkali membuat anak minder, ketakutan, bahkan kehilangan kepercayaan dirinya. Menyadari hal itu, maka ada baiknya jika sebagai orang tua kita harus memahami cara mengembalikan percaya diri anak korban Bullying di usia 5 - 12 tahun.
Harus diakui, mengembalikan percaya diri anak korban Bullying di usia 5 - 12 tahun bukanlah hal yang mudah. Namun, hal tersebut harus tetap dilakukan karena kalau dibiarkan maka anak akan menjadi pribadi yang penakut, minder, apatis, dan tentunya akan mengganggu perkembangan sosialnya. Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk mengatasinya? Memindahkan anak dari sekolah/lingkungan tersebut sama saja dengan mengajarkan anak untuk “melarikan diri” dari masalah, terlalu membela anak juga akan membuatnya menjadi pribadi yang manja dan tidak mandiri.
Jadi, langkah yang tepat untuk mengembalikan percaya diri anak korban Bullying di usia 5 - 12 tahun adalah :
- Memberinya dukungan penuh pada anak, katakan bahwa Anda selalu ada dan siap untuknya
- Membangun komunikasi yang baik dengan anak, tunjukkan bahwa Anda selalu siap menampung segala unek-uneknya
- Alihkan anak pada kegiatan positif, misalnya renang, bersepeda, menghadiri acara keluarga, dan lain-lain.
- Arahkan anak untuk mengeluarkan bakat dan potensi yang dimilikinya
- Berikan pujian dan sanjungan agar rasa percaya diri anak tumbuh
Selain menerapkan cara di atas, orang tua juga wajib menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya kepada anak agar dia mampu bangkit dari trauma atas tindakan bullying yang dialaminya.

