
Pengaruh bullying terhadap anak usia 5-12 tahun. Bullying seringkali dialami anak usia sekolah. Di Amerika Serikat, 4,3% siswa mengatakan bahwa mereka mengalami bullying 2-3 kali sebulan. Bullying bisa berpengaruh kepada siapa saja: korban, pelaku, dan saksi mata.
Anak-anak yang menjadi korban bullying menunjukkan tanda-tanda depresi, kecemasan, merasa kesepian, perubahan pola makan dan tidur, serta kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya sangat mereka gemari. Kondisi ini bisa berpengaruh pada menurunnya kesehatan fisik. Selain itu, anak-anak yg menjadi korban bullying akan mengalami penurunan prestasi akademis, ditandai dengan kurangnya keaktifan saat belajar di kelas dan menurunnya rata-rata nilai pelajaran.
Pengaruh bullying terhadap anak usia 5-12 tahun. Dampak negatif bullying juga bisa terjadi pada pelakunya. Anak-anak yang suka melakukan bullying memiliki kemungkinan untuk terlibat dalam aksi kekerasan atau perilaku berisiko lainnya ketika mereka dewasa. Anak-anak ini memiliki risiko lebih tinggi untuk menjadi pecandu narkoba dan alkohol, terlibat dalam tawuran, vandalisme, tindakan kriminal, dan menyimpan potensi untuk melakukan tindak KDRT kepada istri dan anaknya ketika mereka berkeluarga.
Sementara, anak menjadi saksi bullying yang dilakukan oleh temannya kepada teman lain di sekolah, juga menunjukkan tanda-tanda kecemasan dan depresi. Mereka menyimpan ketakutan jika hal yang sama terjadi pada mereka. Akibat kecemasan yang meningkat ini, anak-anak jadi kehilangan minat untuk sekolah dan mengikuti pelajaran. Saat mereka dewasa, ketakutan ini akan mereka “obati” dengan mengonsumsi alkohol dan narkoba.
Pengaruh bullying terhadap anak usia 5-12 tahun. Dampak buruk bullying bisa menetap hingga anak beranjak dewasa. Pada 15 kasus penembakan oleh pelajar SMA di Amerika Serikat, ditemukan fakta bahwa 12 pelaku di antaranya pernah menjadi korban bullying saat mereka di SD. Karena itu, selalu ajarkan dan contohkan anak untuk berperilaku baik terhadap sesama. Dampingi ia ketika menonton televisi, dan jelaskan padanya bahwa perilaku bullying –apapun bentuknya– adalah tidak baik dan dapat menyakiti perasaan orang lain.
Semoga artikel ini dapat lebih meningkatkan kewaspadaan para orang tua dan lebih memperhatikan buah hatinya tercinta

