
Pernahkah Anda mendapati keluarga Anda menjadi korban bullying? Ataukah Anda sendiri pernah menjadi korban bullying? Bullying menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang karena dampak yang ditimbulkan biasanya menyisakan trauma yang mendalam bagi korban. Disadari atau tidak, tindakan bullying, baik secara fisik maupun psikis dapat memporak-porandakan kondisi jiwa seorang anak sehingga para orang tua harus waspada dan memiliki kemampuan dalam membenahi kondisi jiwa anak korban bullying.
Membenahi kondisi jiwa anak korban bullying bukanlah perkara yang mudah karenanya dibutuhkan peran banyak pihak untuk memulihkan kondisi anak, misalnya pihak sekolah, teman, keluarga, dan lingkungan sekitar. Dukungan dari banyak pihak akan membantu anak korban bullying untuk bangkit dan menumbuhkan kepercayaan dirinya. Nah, mengingat beratnya dampak yang ditimbulkan akibat bullying, bagaimana jika Anda mengetahui beberapa karakter anak yang menjadi sasaran bullying, diantaranya : penakut, pemalu, keluarga yang overprotektif, memiliki keterbatasan, sulit berteman, sombong, dan lain-lain.
Dengan mengetahui karakter anak yang menjadi sasaran bullying, maka Anda bisa mengarahkan anak Anda menjadi pribadi yang tangguh agar terhindar dari tindakan bullying. Namun bagaimana jika anak Anda terlanjur menjadi korban bullying?
Simak tips untuk membenahi kondisi jiwa anak korban bullying berikut ini :
- Bangkitkan percaya diri anak, misalnya dengan mengatakan kelebihan-kelebihan yang dimiliki anak
- Untuk memancing keberaniannya, Anda bisa berbagi cerita kepada anak tentang pengalaman Anda dalam menghadapi gangguan dari orang lain
- Tunjukkan dukungan Anda kepada anak, misalnya dengan datang ke sekolahnya untuk berbicara dengan guru, kepala sekolah, anak “pembullying”, atau orang tuanya.
- Untuk meningkatkan rasa percaya dirinya, Anda bisa mengalihkan perhatiannya papa kegiatan yang positif, misalnya renang, jalan-jalan ke mall, dan lain-lain.
- Jalin komunikasi yang baik dengan anak karena hal ini akan membuat anak merasa nyaman bercerita tentang masalahnya
- Ajarkan anak untuk bersikap gentle, jangan pernah mengajarkan anak untuk lari dari masalah
- Berikan contoh cara membela kepentingan dirinya sendiri secara positif
- Mengajak anak pergi ke tempat rekreasi, relaksasi, taman bermain yang dapat mengalihkan perhatiannya.
Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi Anda semua.

