
Sebuah pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang saling menghormati, saling mengasihi, tolong menolong dan selalu harmonis. Layaknya dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang diperoleh di bangku sekolah. Namun hal ini hanyalah dalam dongeng, faktanya dalam kehidupan sehari-hari selalu ada yang mendominasi, selalu ada yang merasa dikucilkan, tertekan. Dominasi ini akan bai-baik saja jika dikemas dalam hal yang positif karena menunjukkan jiwa kepemimpinan yang memang harus diasah sedari kecil. Namun jika arahnya untuk menyakiti teman maka perlu perhatian khusus karena sudah termasuk bullying.
Apa penyebab terjadinya bullying di usia 5-12 tahun? Dorongan dari dalam diri untuk menunjukkan siapa dirinya. Namun karena tidak mendapat bekal yang cukup dari keluarga maka jadinya tidak terarah dan menyakiti teman-temannya. Misalnya di rumah melihat kekerasan yang dilakukan oleh ayah terhadap ibunya, atau kakaknya memperlakukannya dengan semena-mena, menyuruh semaunya sendiri dan tidak menghargai dirinya walau sebagai adik. Sehingga ketika berada di luar rumah, di sekolah khususnya, akan menjadi sebuah perilaku yang negative seperti membalas atau menerapkan apa yang dipelajarinya dirumah
Penyebab terjadinya bullying di usia 5-12 tahun yang lain adalah sebuah bentuk protes dari anak dari beratnya beban akademis yang harus dipikulnya. Seperti yang kita ketahui bersama, pelajaran akademis demikian pesatnya, bahkan sangat padat untuk usia Sekolah Dasar. Dimana untuk menguasainya memerlukan energy, kemauan dan kemampuan. Padahal tidak semua anak dilahirkan dengan kemampuan akdemis yang sama. Setiap anak memiliki kemampuan dominan yang berbeda dimana kemampuan itu akan menjadi bekal untuk survive menjalani kehidupannya. Sehingga ada sebagian anak yang kurang dalam bidang akademis ini, karena menonjol di bidang seni atau tehnik misalnya. Sehingga nilai akademis tidak bagus, anak stress dan untuk meluapkan rasa stress itu, mereka melakukan bullying. Bisa jadi yang menjadi targetnya adalah mereka yang pintar dalam bidang akdemis. Diperas untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah, memberi contekan bahkan diminta menyalin pelajaran di bukunya.
Didikan dari rumah dan pengawasan dari orang tua adalah sesuatu yang utama untuk mencegah terjadinya bullying. Karena bagaimanapun, anak adalah jiwa murni yang masih mencari jati diri, meraba-raba dan mencari format yang nyaman bagi dirinya. Tetap melakukan supervise dan evaluasi bagi anak, agar bullying tidak menjadi cap bagi dirinya dan merusak martabatnya kelak.

