Menangani Demam Pada Anak Pasca Imunisasi

Anak-anak pada umur balita dan mengalami demam adalah hal yang biasa kita temui, namun apabila demam ini dibiarkan ada kemungkinan menyebabkan step dan kejang yang diakibatkan dari demam tinggi. Saat orang tua menemukan anak dalam kondisi demam tidak perlu panik, sebaiknya kenali terlebih dahulu apa penyebab demam pada anak. Demam adalah suhu tubuh yang panas akibat perlawanan terhadap benda asing yang masuk kedalam tubuh, disinilah sistem pertahanan tubuh anak sedang bekerja. Penyebab demam itu sendiri terdiri beberapa faktor diantaranya adanya bakteri, terinfeksi virus, jamur dan akibat vaksinasi imunisasi.  

Fase terjadinya demam pada anak

  • Anak akan menggigil karena tubuh sedang memproduksi panas sehingga menyebabkan suhu tubuh naik
  • Suhu tubuh sudah mencapai pada puncaknya, pada masa ini tubuh sedang memproses untuk menetralisir bibit penyakit
  • Tubuh berkeringat dan suhu tubuh mulai turun

Salah satu faktor penyebab demam pada anak adalah pemberian suntikan imunisasi. Demam pasca imunisasi  adalah wajar dan biasa terjadi yang merupakan efek samping setelah pemberian suntikan imunisasi. Demam akibat imunisasi ini berlangsung selama 1-2 hari, imunisasi yang menyebabkan demam adalah DPT dan campak. Dokter akan memberikan obat pasca suntikan imunisasi tujuanya untuk mengantisipasi saat anak mengalami demam.  

Beberapa cara menangani demam setelah anak di imunisasi:

  • Berikan ASI sesering mungkin (untuk anak dibawah 2 tahun),  karena ASI memiliki zat antimikroba dan antiradang, selain itu pemberian ASI membantu menenangkan anak saat dalam pelukan ibu
  • Berikan obat penurun panas yang mengandung paracetamol dan hentikan pemberian obat apabila demam anak turun
  • Kompres air hangat, tidak disarankan mengompres menggunakan air es. Air es menyebabkan perubahan drastis suhu pada tubuh sehingga memicu anak step/kejang
  • Periksa suhu tubuh menggunakan thermometer. Pastikan thermometer yang digunakan adalah thermometer jenis digital,thermometer jenis ini diketahui lebih akurat.
  • Kenakan baju longgar dan tipis agar supaya suhu panas pada anak bisa keluar. Hindari mengenakan baju tebal dan selimut

Semoga bermanfaat