Mempelajari Cara Mengatasi Gangguan Pencernaan pada Balita

Cara mengatasi gangguan pencernaan pada balita utamanya diare, hendaknya diketahui oleh para orang tua, baik ayah maupun ibu. Kedua orang tua harus bekerjasama dalam mempelajari cara mengatasi masalah kesehatan pada anak, utamanya anak yang usianya masih bayi. Diare merupakan salah satu gangguan sistem pencernaan yang dapat dialami bayi.

Bayi belum memiliki kemampuan untuk menyampaikan rasa sakitnya. Bayi hanya bisa menangis dalam menyampaikan pesannya kepada orang tua dan orang disekitarnya untuk mengerti apa yang dibutuhkannya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mempersiapkan diri dalam mempelajari cara mengatasi gangguan pencernaan pada balita mereka utamanya penyakit diare.

Diare: Gangguan Pencernaan Pada Balita

Sistem pencernaan pada balita memiliki karakteristik tersendiri. Wajar saja jika cara mengatasi gangguan pencernaan pada balita khususnya diare, membutuhkan ketelatenan dan keahlian khusus setiap orang tua maupun dokter ahlinya. Para orang tua hendaknya mulai belajar mengenali gejala, pengobatan maupun cara pencegahannya.

Gangguan pada sistem pencernaan sering dialami oleh manusia segala usia, mulai dari bayi hingga orang lanjut usia. Pada bayi, sistem pencernaannya masih cukup rentan dan butuh pengkhususan dalam hal makanan maupun minumannya. Jika hal tersebut tidak diperhatikan, maka cara mengatasi gangguan pencernaan pada balita tidak dapat dilakukan dengan akurat meski oleh ahlinya.

Mengatasi Diare Sebagai Gangguan Pencernaan Pada Balita

Penyakit diare merupakan salah satu contoh dari gangguan pencernaan pada balita. Berikut ini penjelasan dari cara mengatasi gangguan pencernaan pada balita tersebut. Penyakit diare biasanya disebabkan karena adanya infeksi virus. ASI menjadi makanan paling baik bagi bayi. Kandungan di dalam ASI yang berkaitan dengan sistem pencernaannya yaitu enzim laktase. Enzim laktase berfungsi untuk mencernakan laktosa. Jika tubuh kekurangan enzim laktase , maka gejala kembung atau mencret setelah minum susu dapat dialami bayi.

Selain itu, seharusnya ibu mengurangi penggunaan susu formula pada bayi. Sebab kandungan susu formula berupa protein dari sapi yang sebaiknya tidak terlalu banyak diberikan pada bayi, apalagi bayi dalam kondisi sakit diare.  Adapun cara mengatasi diare yaitu menjaga bayi jangan kekurangan air minum (ASI atau minuman yang sering diminumnya). Bayi harus banyak minum. Jangan lupa bayi juga minum sedikit demi sedikit sekitar 3 bungkus oralit setelah dicampur dengan 200 cc air. Selain itu, Ibu seharusnya menjaga asupan gizinya.

Demikian uraian cara mengatasi gangguan pencernaan pada balita khususnya diare. Semoga memberikan manfaat bagi Anda.