
Anak adalah tumpuan harapan dan masa depan bagi orang tuanya. Anak yang sehat, cerdas, sholeh, memiliki kecerdasan emosional dan menjadi kebanggaan keluarga adalah anak idaman. Untuk mewujudkannya tentu saja tidak bisa secara instan. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan mewujudkan anak yang sehat.
Kondisi lingkungan dengan aneka jajanan yang notabene tidak sehat merupakan keprihatinan tersendiri bagi para orang tua. Pewarna makanan, pengawet, makanan tidak berserat, ketidak higienisan dalam penyajian adalah hal perlu diwaspadai bagi anak. Apalagi bagi anak-anak usia sekolah yang sudah tidak bisa diawasi secara penuh oleh orang tua. Untuk itu perlu membiasakan pola makan sehat pada anak.
Membiasakan pola makan sehat pada anak dapat diawali dengan mengenalkan jenis makanan apa saja yang masuk kategori sehat dan harus dikonsumsi. Mengingat anak pada masa sekarang memiliki kecenderungan untuk mengonsumsi makanan instan dan “memusuhi” sayur dan buah. Menerangkan manfaat yang terkandung dalam buah dan sayur akan membuka kesadaran mereka secara perlahan. Hal ini dilakukan secara perlahan agar masuk dalam alam bawah sadar mereka.
Yang perlu dilakukan dalam membiasakan pola makan sehat pada anak adalah dengan menyediakan menu yang seharusnya bukan yang menuruti semua keinginan anak. Hal ini akan membuat anak terbiasa untuk melihat kehadiran menu tersebut di meja makan, melihat keluarga yang lain menyantapnya sehingga ada keinginan untuk menyantapnya juga. Awalnya sedikit demi sedikit, lama kelamaan akan menyukainya. Bukankah di era 80-an dahulu, ketika makanan instan belum banyak, anak-anak “doyan” dengan makanan rumah yang disuguhkan? Aneka sayur, lauk dan buah-buahan yang ada di meja makan? Sekali lagi, semua itu kembali pada kebiasaan keluarga.
Memberi teladan pada anak untuk makan ditempat yang seharusnya, yaitu di meja makan. Makan dengan duduk dan melakukan diskusi ringan dengan keluarga, sembari membiasakan untuk menyantap buah sebelum makan dan mengingatkan untuk minum air putih, secara tidak langsung akan mendarah daging pada kebiasaan anak. Tanpa sadar, hal itu akan anak-anak lakukan dan mulai selektif dalam memilih makanan sehari-hari.

