Kapankah Tindik Telinga Bayi Sebaiknya Dilakukan?

Kapankah tindik telinga bayi sebaiknya dilakukan? Pertanyaan tersebut sering kali terlontar dari mulut para orang tua yang memiliki bayi atau anak yang masih kecil terutama anak yang berjenis kelamin perempuan. Sudah menjadi adat istiadat bahwa setiap anak perempuan nantinya akan memakai anting-anting yang ada di kedua belah telinganya. Maka tidaklah mengherankan jika banyak orang tua yang mencari tahu kapankah sebaiknya tindik telinga bayi dilakukan? Para orang tua sering kali meminta saran dari berbagai pihak atau bahkan berkonsultasi pada dokter ahli untuk memastikan kapan tepatnya hal tersebut boleh dilakukan.

Cara Mengetahui Kapankah Tindik Telinga Bayi Sebaiknya Dilakukan

Sebenarnya melakukan tindik telinga pada bayi perempuan bukanlah sebuah keharusan pada bidang medis. Hal tersebut hanya mengacu pada kebiasaan yang telah ada sebagai bahan pelengkap mode atau kecantikan.
Meskipun demikian bagi orang tua yang tetap ingin mengetahui kapankah tindik telinga bayi sebaiknya dilakukan.  Ada baiknya mencari dari berbagai sumber referensi yang ada. Sebagian dokter berpendapat bahwa melakukan tindik pada bayi sebaiknya dilakukan pada saat bayi minimal telah berusia tiga bulan atau lebih. Hal tersebut dilakukan karena setelah seorang bayi berusia tiga bulan maka bayi tersebut telah memiliki resistensi yang cukup kuat untuk melawan adanya infeksi yang mungkin terjadi karena proses tindik tersebut.

Tips Saat Akan Melakukan Dan Sesudah Proses Tindik Pada Bayi Atau Anak

Meskipun proses tindik terlihat sangat sederhana, namun ada baiknya jika kita tetap melakukannya dengan prosedur yang tepat dan dengan cara yang hati-hati. Hal tersebut perlu dilakukan agar setelah proses tindik pada bayi atau anak selesai maka kita tidak perlu lagi cemas akan adanya bahaya infeksi yang mungkin timbul karena proses tersebut. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

  1. Tindik pada bayi sebaiknya dilakukan oleh seorang dokter ahli yang telah berpengalaman.
  2. Selain itu penggunaan alat yang tepat dan steril juga harus menjadi perhatian. Dengan penggunaan alat yang steril maka kemungkinan akan terjadi infeksi bisa ditekan serendah mungkin.
  3. Usahakan agar anak atau bayi yang telah ditindik tidak terlalu sering memegang telinganya.
  4. Orang tua juga harus terus memantau kondisi bekas tindikan agar segera bisa melakukan tindakan penanganan jika memang terjadi infeksi pada bekas tindikan.

Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan oleh para orang tua. Semua hal tersebut hanyalah bersifat saran, jadi semua keputusan tetap berada pada orang tua untuk memilih Kapankah Tindik Telinga Bayi Sebaiknya Dilakukan?