
ASI merupakan minuman utama bayi yang harus diberikan secara eksklusif oleh seorang ibu. Fungsi ASI sangat penting dalam menjaga kondisi tubuh bayi. ASI memiliki beberapa kelebihan dan kegunaan bagi tubuh bayi. Zat-zat dengan kualitas tinggi dan sangat diperlukan oleh bayi terdapat dalam ASI. Oleh karena itu, penting bagi orang tua mengetahui bagaimana penanganan pada bayi yang menolak ASI.
Kelebihan ASI (Air Susu Ibu)
ASI (Air Susu Ibu) memiliki beberapa kelebihan yang sangat dibutuhkan bayi. Adapun kelebihan dari ASI diantaranya:
- Mengandung kolostrum yang mampu menjaga sistem kekebalan tubuh bayi dari penyakit infeksi utamanya diare.
- Mudah dicerna oleh tubuh bayi.
- Mengandung protein yang tinggi.
- Bersih dan bebas kontaminasi.
Penanganan pada bayi yang menolak ASI
Adanya kelebihan pada ASI (Air Susu Ibu) tersebut hendaknya dapat mendorong semangat dan memunculkan rasa percaya diri seorang ibu dalam
upaya pemberian ASI. Penanganan bayi yang menolak ASI akan dapat dicegah dan ditangani secara alamiah. Hubungan kasih sayang terjalin melalui ASI biasanya menjadikan bayi mempunyai kedekatan sangat baik dengan ibunya.
Selain itu, ibu dapat meminimalisir biaya pengeluaran kebutuhan hidup keluarga. Apalagi kondisi saat ini yang menjadikan perekonomian tiap keluarga bervariasi perubahannya. Itulah dampak positif bagi perekonomian keluarga dengan adanya ASI.
Nursing strike atau kondisi ketika bayi menolak ASI, umumnya dialami bayi usia 3-9 bulan selama 2 -5 hari atau bahkan mulai dari mingguan hingga bulanan. Penanganan pada bayi yang menolak ASI yaitu dengan memeras ASI menggunakan alat ataupun cara lain. ASI yang telah diperas tersebut kemudian diberikan kepada bayi dengan menggunakan sendok ataupun botol. Bayi kemungkinan menolak penanganan tersebut. Namun demikian, ibu harus tetap memberikan Asi kepada bayi, misalnya pada saat awal tidur. Sedangkan cara penanganan untuk bayi lebih dari enam bulan yaitu dengan tetap memberikan ASI sebagai minuman utamanya dan diselingi air putih.
Jangan lupa untuk selalu menjaga diri tetap tenang. Hindarkan rasa gelisah agar bayi memiliki minat minum ASI. Ketika bayi menyukai ASI, maka kondisi kesehatan maupun pertumbuhannya akan semakin membaik dan optimal. Selain itu, seorang ibu juga harus menjaga jenis makanannya sehari-hari. Jangan lupa untuk segera memeriksakan bayi dan diri Anda ke dokter ahli ataupun bidan jika terjadi hal-hal lain di luar itu.

