
Kemampuan auditoria atau mendengar telah dimiliki seorang bayi bahkan ketika dia baru lahir. Walaupun dapat mendengar, bayi belum dapat mengidentifikasi arti dari tiap bunyi yang dia dengarkan. Indera pendengaran merupakan indera yang berkembang seiring waktu dan pengalaman. Indra pendengar ini sangat vital bagi perkembangan bayi. Pasalnya, indera pendengarlah yang menjadi alat belajar dan bermain bayi dalam proses tumbuh kembangnya.
Para ahli menganjurkan agar orang tua mulai mengajak berbicara anak sejak ia lahir dengan cara bermain. Membiasakan untuk mengomentari setiap tindakan si bayi adalah salah satu usaha orang tua memperkenalkan bahasa dan suara kepada bayi. Dengan diajak bicara dan bermain setiap saat, balita mengenali suara orang tua dan belajar balita mengenali suara yang didengarnya seiring dengan perkembangan kognitifnya.
Pendengaran tajam
Pada tahap awal belajar berbicara, bayi akan bergantung pada indera pendengarannya. Biarkan bayi mendengar apa saja yang anda (orang tua) katakan. Inilah salah satu langkah awal memberikan masukan suara sebanyak mungkin kepada bayi untuk kemudian dikenalinya. Bila bayi banyak mendengar, maka ia akan semakin cepat berbicara.
Kemampuan mendengar bayi telah dia miliki bahkan sejak dia didalam kandungan. Namun, bayi mempunyai pendengaran yang sangat peka ketika dia lahir. Itu mengapa bayi akan mudah kaget jika mendengar suara dengan mengangkat tangannya. Namun hal itu akan berubah normal ketika ia menginjak usia enam bulan.
Meniru
Bayi belajar dengan meniru apa yang ada disekitarnya. Oleh karena itu, dengan banyak mengajak berbicara, ia akan mendapatkan banyak input yang sangat akan bermanfaat untuk proses perkembangan berbicaranya.
Menurut beberapa penelitian mengatakan bahwa bayi juga senang bila anda menirukan suara yang dia buat. Permainan balita meniru suara ini kelak yang akan menjadi dasar sang bayi menirukan bahasa anda. Oleh karena kemampuan bayi meniru apa yang dia dengar itulah yang hendaknya menjadi perhatian para orang tua agar selalu berbicara dengan cara yang benar atau tidak cadel. Pasalnya, bayi akan menyerap apa yang dia dengar dan menirukannya. Jadi, apabila inputnya cadel atau salah, maka anak kelak juga akan memfotokopi yang salah itu.
Perkembangan bicara
Berikut ini adalah proses perkembangan kemampuan bicara pada bayi:
- 2 bulan : bayi sudah mampu menirukan tinggi rendahnya suara yang dia dengarkan.
- Sampai usia 6 bulan: bayi berada pada level canonic babbling yaitu bayi telah mampu melontarkan ocehan-ocehan atau suara-suara.
- 8 bulan : pada usia ini bayi telah mampu mengenal beberapa kata. Oleh karena itu pastikan memberikan respond dan rangsang positif untuk bayi agar perkembangannya terjadi dengan baik
- 9 bulan : bayi telah bisa mengucapkan beberapa kata dan mengenali artinya misalnya kata “mama” dan “puss”.
- 1 tahun : menginjak usia 1 tahun kemampuan berbicara bayi telah berkembang pesat. Dia telah dapat mengucapkan setidaknnya 10-20 kata.

