Bermain Guling Bersama Bayi

Bayi belajar dengan bermain, orang tua memahami bayi dengan melihat mereka bermain. Bermain merupakan aktivitas penting bagi bayi. Dengan bermain, triliunan syaraf terstimulasi untuk melakukan bermacam perintah. Memilih permainan sesuai usia bayi merupakan langkah penting yang harus diperhatikan orang tua. Berbeda usia, berbeda pula permainannya. Untuk bayi yang baru lahir, permainan sederhana seperti bermain guling bersama bayi dapat dijadikan sarana melatih otot motorik dan syaraf otak mereka.

Permainan bayi sesuai usia

Otot dan syaraf bayi berkembang searah dengan bertambahnya usia mereka. Oleh karena itu, memberikan permainan yang sesuai dengan usia mereka merupakan suatu hal yang wajib diperhatikan orang tua. Karena, tingkat kesulitan suatu permainan yang tidak seimbang dengan perkembangan otak dan otot bayi malah akan menimbulkan depresi dan berakibat anak rewel.

Berikut ini adalah beberapa contoh permainan yang tepat untuk dilakukan pada usia tertentu:

Usia 0 – 3 bulan

  • Bernyanyi dan berbicara
    Permainan ini bertujuan untuk melatih dan membiasakan bayi dengan bahasa. Dengan mengajak anak bernyanyi dan berbicara, bayi akan mulai berlatih untuk memahami apa yang disampaikan orang tuanya.
  • Permainan cermin
    Permainan ini dilakukan dengan melakukan berbagai macam ekspresi secara berhadap-hadapan dengan bayi. Hal ini dimaksudkan untuk melatih kepekaan bayi terhadap ekspresi, sekaligus mempererat hubungan ibu dan anak.

Usia 4 – 6 bulan

  • Bermain kerincingan dan permainan genggam lainnya.
    Pada usia menginjak 4 bulan, bayi akan sudah mulai aktif dan melakukan aktivitas-aktivitas fisik lebih banyak seperti tengkurap dan duduk. Pada usia ini, penting bagi ibu untuk memberikan permainan yang dapat merangsang kerja otot motorik agar lebih kuat. Bermain kerincingan atau permainan genggam lainnya akan melatih otot tangan bayi untuk memegang dan menggenggam sesuatu.
  • Bermain guling bersama bayi
    Mengguling-guling kan bayi ke kanan dan ke kiri pada saat bayi terlentang bertujuan untuk melatih otot pundak, torso dan punggung bayi agar lebih kuat dan mampu menopangnya ketika duduk.

Usia 6 – 9 bulan

  • Permainan menumpuk
    Bayi pada usia 6-9 bulan mulai tertarik dengan hal yang lebih rumit, contohnya permainan menyusun balok sesuai ukuran. Dengan permainan ini, logika dan rasa ingin tahu bayi akan diasah lebih dalam.
  • Bermain alat musik
    Dengan perkembangan motorik yang sudah lumayan pesat, anak akan lebih senang melakukan sesuatu yang bersifat aktif. Berikan alat-alat memasak yang sudah tidak terpakai sebagai mainan anak dan biarkan dia mengenal bunyi atau benda-benda tersebut dengan caranya sendiri.

Permainan yang diberikan kepada bayi haruslah yang bersifat aktif. Maksudnya adalah untuk melatih otot syaraf dan motorik bayi untuk lebih kuat. Fungsi tersebut tidak bisa digantikan dengan melihat IV atau DVD anak-anak sebab hal itu tidak dapat merangsang minat bayi secara lain. Selain itu, perlu diperhatikan bahwa TV dan DVD kadang mengandung hal-hal negative yang orang tua perlu jauhkan dari anak mereka.