
Mendongeng merupakan cara yang tepat untuk menstimulasi kecerdasan bayi. Mendongeng merupakan langkah sederhana dan instan untuk merangsang kecerdasan berbahasa dan juga kemampuan membaca bagi bayi, untuk itu sangat disarankan kepada ibu untuk menyempatkan diri mendongeng untuk bayi. Anda pasti bertanya, kapankah bisa mulai mendongeng untuk bayi? Kegiatan mendongeng bisa Anda mulai sedini mungkin, yakni ketika janin di dalam kandungan ibu dan dilanjutkan hingga anak mulai masuk sekolah dasar.
Dengan mengetahui kapankah bisa mulai mendongeng untuk bayi saja rasanya tidak cukup bagi Anda, karena ada manfaat besar lainnya yang harus Anda ketahui dari kegiatan mendongeng pada bayi, diantaranya adalah : simpul syaraf bayi (myelin) menjadi lebih aktif, merangsang indera pendengaran dan juga penglihatan bayi, tumbuh kembangnya menjadi lebih optimal, membuat bayi lebih peka. Nah, dahsyat sekali ya efek yang ditimbulkan dari kegiatan mendongeng pada janin dan juga bayi? Mendongeng tidak hanya membuat kemampuan fisik dan intelektual bayi berkembang lebih cepat, namun kecerdasan emosional, ketahanan mental, dan juga spiritualnya semakin terasah sempurna.
Anda pasti tertarik dan ingin tahu lebih banyak setelah menyimak informasi tentang kapankah bisa mulai mendongeng untuk bayi diatas. Untuk bahan cerita sendiri, Anda bisa mengarang dongeng sendiri, membacakan buku anak, atau mengadaptasi dari beberapa dongeng yang sudah terkenal, dan lain sebagainya. Nah, cara mendongeng pada bayi tidak sebatas Anda bercerita atau membacakan buku saja, lalu, bagaimana caranya? Simak tips-tips berikut ini :
- Mendongeng sambil beraktivitas. Momen yang tepat untuk menstimulasi bayi dengan berdongeng adalah saat mandi, bermain, saat makan, dan lain-lain. Jadi, membacakan dongeng pada bayi tidak melulu pada saat menjelang tidur.
- Mendongeng dengan menggunakan alat bantu. Agar bayi lebih tertarik, Anda bisa mendongeng dengan alat bantu barang-barang milik bayi, misalnya dot susu, botol bedak, sisir, mainannya, dan barang-barang lainnya yang bisa menjadi pendukung cerita. Warna dan tekstur alat bantu tersebut akan membantu melatih penglihatan bayi dan indera perabanya.
- Kreatiflah dalam merubah-ubah intonasi suara. Intonasi suara yang berubah-ubah akan merangsang kepekaan indera pendengaran bayi dan membuat bayi lebih tertarik dengan cerita yang Anda bacakan.
- Mendongeng dengan gerakan anggota badan. Cara ini juga bermanfaat untuk menstimulasi kecerdasannya, serta membuat bayi lebih aktif dan kreatif.
Semoga informasi diatas bermanfaat bagi Anda semua.

