Toilet Training untuk Balita

Pemakaian popok pada balita pada dasarnya bertujuan untuk meringankan beban orangtua terhadapa hasrat berkemih balita. Pada usia balita, hasrat untuk berkemih memang tidak bisa ditahan dan terkadang keluar sewaktu-waktu. Agar berkemih balita tidak menimbulkan permasalahan seperti bau pesing pada baju, lantai atau seprei, maka orangtua cenderung memakaikan popok agar terbebas dari permasalahan tersebut. Namun demikian, penggunaan popok pada balita terkadang menimbulkan bekas ruam kemerahan ataupun iritasi. Bekas ruam kemerahan ini bisa juga disebabkan karena popok yang tidak segera diganti ketika penuh atau balita alergi terhadap bahan popok. Untuk mengurangi ketergantungan pada popok, ada baiknya orangtua menerapkan toilet training untuk balita.

Tips Toilet Training untuk Balita

Pada dasarnya toilet training dimaksudkan untuk mencegah balita mengompol, baik ketika tidur malam atau ketika sedang beraktifitas. Ketika memakai popok, balita cenderung tenang saja berkemih tanpa mempedulikan tempatnya, namun tentu saja hal ini tidak bisa dibiarkan. Tentu tidak mungkin memakaikan popok untuk seterusnya, bukan? Oleh karenanya, diperlukan toilet training untuk balita. Berikut ini akan disajikan beberapa tips toilet training untuk balita sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Buang air kecil sebelum tidur.
    Orangtua hendaknya mengajak balita secara teratur dan berkala melakukan berkemih sebelum tidur.
  • Pasang weker.
    Pasang alarm pada jam tertentu dan bangunkan balita untuk sekedar berkemih.
  • Kurangi minuman bersoda.
    Terkadang balita memang mengkonsumsi soda, namun lebih baik kurangi kadarnya. Selain tidak menyehatkan, air soda justru merangsang hasrat berkemih balita.
  • Konsekuensi logis.
    Ajak balita ikut mencuci atau minimal meletakkan seprei bekas ompol di tempat baju kotor, ketika balita mengompol.
  • Ingatkan.
    Ingatkan balita ketika waktunya berkemih. Idealnya berkemih diingatkan setiap dua hingga tiga jam.
  • Baca tanda-tandanya.
    Ketika ingin berkemih, balita cenderung menampakkan tanda-tanda seperti merapatkan kedua kaki atau memegang perut bagian bawah. Ketika melihat tanda ini, orangtua hendaknya segera mengajak balita berkemih di toilet.

Beberapa tips toilet training untuk balita diatas memang tidak bisa dilakukan oleh salah seorang orangtua saja. Ada baiknya jika kedua orangtua terlibat secara aktif mendukung dan tolong-menolong dalam melakukannya. Semoga bermanfaat.