Sikap Orang Tua Menghadapi Anak Sensitif Usia 5-12 Tahun

Suara bayi menggema di ruang bersalin. Seorang keturunan Adam terlahir ke dunia, yang membawa sifat yang diturunkan oleh kedua orang tuanya. Bayi tersebut lahir bukan tanpa bekal, Yang Maha Kuasa telah memberinya talenta dan kemampuan yang terpendam, dimana kemampuan dan talenta tersebut perlu diasah agar dapat maksimal digunakan. Sehingga ketika dewasa kelak, akan memiliki keterampilan khusus yang menjadikan dirinya seorang ahli.

Sifat yang dibawa anak berbeda-beda. Diantaranya adalah sifat sensitif. Sebuah sifat yang mudah tersinggung, mudah ngambek dan mudah marah ketika mendapati kondisi lingkungan tidak sama seperti yang dia mau. Akibatnya, sering dia menarik diri dari pergaulan. Tiba-tiba pulang ketika teman-temannya asyik bermain. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, anak akan memiliki kesulitan dalam bergaul.

Sikap orang tua menghadapi anak sensitif usia 5 -12 tahun adalah mendekatinya secara halus dan menyentuh hatinya. Anak sensitif lebih mudah tersentuh hatinya. Berbicara dari hati ke hati dan menjelaskan secara logis sebuah kejadian adalah hal yang bijak daripada menggertaknya dengan suara yang keras yang makin memperbesar sifat sensitifnya.

Sikap orang tua menghadapi anak sensitif usia 5-12 tahun tidak bisa secara militer. Karena mereka adalah jiwa yang mencari format yang tepat untuk memiliki sifat tetap yang akan menjadi bekalnya kelak. Menganggap anak sensitif sebagai pribadi yang utuh dan mengajaknya diskusi ringan serta menjelaskan untung ruginya jika mudah marah, mudah tersinggung dan mudah ngambek dengan bahasa anak-anak akan lebih baik hasilnya.

Disamping sifat bawaan, factor lingkungan juga memberi andil yang besar. Saudara dan orang tua di rumah yang mudah marah adalah contoh yang mudah melekat pada anak sensitif. Menjadi model yang baik bagi anak sensitif rasanya adalah solusi yang tepat. Karena sikap orang tua menghadapi anak sensitif usia 5-12 tahun adalah bagai guru kehidupan. Anak masih berada dalam masa mencontoh lingkungan dan lingkungan yang terdekat adalah keluarga. Anak sensitif bukan untuk dihardik dan dimusuhi tapi untuk dipahami mengapa bersikap seperti itu.