Resiko Melahirkan di Usia Remaja

Apa saja resiko melahirkan di usia remaja? Kini sudah banyak sekali remaja yang mengikuti gaya barat dengan pergaulannya yang bebas. Kemudahan para remaja yang masih labil untuk mendapatkan semua hal melalui internet adalah salah satu faktor banyaknya remaja putri yang hamil di luar nikah. Hal ini sangat berbahaya dan menyebabkan semakin banyaknya remaja yang hamil pada waktu yang tidak tepat. Remaja yang baru saja mengalami menstruasi belum memiliki sistem reproduksi yang sempurna, sehingga jika pada usia ini mengalami kehamilan, akan mengalami komplikasi pada saat melahirkan. Beberapa komplikasi serius yang bisa muncul adalah kejang-kejang pada proses melahirkan, kematian bayi, bahkan kematian ibu. Pergaulan bebas ala barat sangat berbahaya dan sebaiknya diminimalisir. Semua pihak bertanggung jawab atas hal ini, untuk itu mari berperan serta untuk mencegah hal ini bertambah parah.

Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan Pada Usia Remaja

Banyak hal yang mempengaruhi kehamilan pada usia remaja, beberapa diantaranya adalah:

  1. Pergaulan bebas. Pergaulan ala barat ini mengajarkan pergaulan anatara laki-laki dan perempuan yang terlalu dekat, sehingga bisa menyebabkan hubungan suami istri yang sebenarnya tidak boleh terjadi sebelum waktunya.
  2. Media televisi. Kini banyak sekali acara TV yang menampilkan bagaimana “serunya” bergaul ala barat dan percintaan remaja. Inilah yang membuat mereka semakin penasaran dan mencoba.
  3. Internet. Kini internet semakin mudah diakses oleh siapapun termasuk remaja. Remaja yang masih labil dan ingin mengetahui banyak hal akan mencari semuanya di internet. Jika mereka browsing internet tanpa pengawasan, mereka bisa saja menonton atau melihat foto atau video yang seharusya tidak mereka lihat. Pengawasan orang tua sangat penting dalam masalah ini.
  4. Kedekatan dengan orang tua. Anak yang tidak terbuka kepada orangtuanya merasa memiliki dunia sendiri yang bebas. Resiko melahirkan di usia remaja akan semakin besar jika si anak tidak memiliki hubungan yang baik dengan orang tuanya. Orang tua adalah tempat bercerita, mencurahkan isi hati dan bertanya segala hal yang belum mereka ketahui. Anak akan terus mencari apapun yang belum diketahuinya, jika mereka mendapat jawaban dari pihak yang salah, mereka akan berkembang ke arah yang negatif. Orang tua sangat dan harus memantau perkembangan anaknya dengan baik. Remaja memiliki jiwa yang labil dan membutuhkan arahan yang baik dari orang tuanya.
  5. Salah memilih teman. Teman yang buruk akan membawa mereka kearah yang buruk. Sebaiknya orang tua harus mengenal betul siapa teman-teman anaknya dan memberikan pengertian bahwa pergaulan sangat penting untuk diperhatikan. Semua ini membutuhkan perhatian semua pihak, karena berbagai pihak bertanggung jawab akan hal ini.

Dampak Psikologis Pada Ibu Yang Masih Remaja

Usia remaja adalah usia dimana anak menikmati pendidikan dan bermain dengan teman seusianya. Bagi anak yang hamil pada usia remaja, tentu saja akan sangat menganggu psikologisnya. Anak remaja hanya menikmati apa yang dia inginkan tanpa mengetahui apa yang akan terjadi di kemudian hari. Remaja yang hamil tentu saja akan merasa sangat malu, apalagi jika sampai dikeluarkan dari sekolah. Pendidikannya akan sangat terganggu dan bisa saja dia tidak mau meneruskan sekolah karena malu. Psikologis anak akan terganggu, bahkan bisa saja anak tidak mau bergaul dengan temannya dan menjadi penyendiri. Perasaan kesal, sedih, bingung, dan menyesal semua menjadi satu. Ini akan sangat berpengaruh besar pada masa depannya.

Semua ini bisa diatasi dengan memperhatikan semua tingkah laku dan pergaulan remaja. Bagi orang tua yang memiliki anak remaja perlu untuk berhati-hati. Merawat anak remaja memang sulit, karena mereka masih labil dan masa ini adalah masa pencarian identitas dirinya. Sebaiknya orang tua membantu mengurangi resiko melahirkan di usia remaja dengan mendidik anak remajanya dengan baik.