
Apakah faktor usia ibu pada saat melahirkan sangat berpengaruh? Mungkin ini adalah pertanyaan yang sedang dipikirkan. Banyak ibu yang hamil diatas usia 35 atau 40 tahun merasa khawatir karena sering kali mendengar bahwa banyak sekali resiko yang mungkin muncul pada kehamilan di usia itu. Ibu yang hamil pada usia diatas 35 tahun memang memiliki resiko tinggi seperti tekanan darah tinggi untuk sang ibu dan resiko down syndrome pada bayi yang belakangan ini meningkat. Namun ada beberapa ibu hamil diatas 35 tahun yang bisa hamil dengan baik dan bayi lahir dengan selamat. Sebaiknya tidak perlu terlalu khawatir akan hal ini, karena mungkin saja bisa menjalani kehamilan dengan baik dan sehat hingga melahirkan.
Apakah Melahirkan Di Usia 40 Tahun Ke Atas Memang Beresiko?
Bagi ibu yang hamil diatas usia 35 tahun, biasanya dokter akan sangat berhati-hati menanganinya dan menyuruhnya untuk melakukan kontrol kehamilan lebih sering dan menjalani beberapa rangkaian tes. Pilihan penolong persalinan juga akan lebih sempit, biasanya ibu tidak boleh melakukan persalinan di rumah sakit kecil atau di bidan. Sangat disaranakan untuk melakukan proses persalinan di rumah sakit besar, karena bagaimanapun juga perlengkapan dan tenaga persalinan lebih banyak dan lengkap. Sehingga jika terjadi sesuatu, hal itu bisa diatasi dengan baik.
Perawatan prenatal yang baik bisa mengurangi komplikasi yang berhubungan dengan usia persalinan. Untuk itu tidak perlu khawatir, karena banyak wanita hamil di usia 40 tahunan berhasil menjalani kehamilan yang baik dan melahirkan bayinya dengan sehat. Yang dibutuhkan hanyalah lebih banyak pengetahuan dan banyak bertanya kepada dokter. Lebih berhati-hati saat hamil adalah salah satu cara untuk mengurangi resiko ini muncul. Jika memang merencanakan untuk hamil lagi di usia 40 tahunan, sebaiknya melakukannya dengan banyak bertanya dan menyiapkan kehamilan dengan baik. Sebenarnya pengaruh faktor usia ibu pada saat melahirkan bisa diatasi dengan perawatan prenatal yang baik dan menjalani kehamilan dengan lebih berhati-hati. calon ibu juga harus lebih sering datang ke dokter untuk konsultasi dan memeriksakan keadaan janin anda.
Resiko Kehamilan Di Usia Remaja
Bukan hanya umur diatas 35 tahun yang beresiko, namun kehamilan di usia remaja jauh lebih beresiko. Kini semakin banyak remaja dengan pergaulan bebas yang berakhir pada kehamilan yang tidak direncanakan. Kehamilan di masa remaja sangat beresiko karena alat reproduksi remaja putri pada saat itu belum berkembang sempurna dan bentuk pinggul juga belum berkembang. Hal ini akan menyebabkan masalah-masalah pada saat persalinan, misalnya kejang saat persalinan, bahkan kematian bayi, atau bisa juga kematian ibu saat persalinan. Sebenarnya hal ini bisa diatasi dengan operasi bedah Caesar. Kehamilan pada usia remaja juga bisa mempengaruhi psikologis si ibu, jika memang dia hamil karena pergaulannya yang terlalu bebas.
Kehamilan di usia remaja ini sebaiknya diminimalisir, karena memiliki banyak dampak buruk. Banyak sekali hal yang mempengaruhi kehamilan remaja, salah satuya adalah media televisi, internet, pendidikan, perhatian orang tua, pergaulan, dan lainnya. Sebaiknya semua pihak menyadari hal ini dan bekerjasama untuk mencegah meningkatnya angka kehamilan di usia remaja ini. Pengetahuan mengenai sistem reproduksi dan juga pemahaman mendalam tentang agama dapat menjadi benteng awal dalam upaya ini.
Faktor usia memang sangat penting diperhatikan pada saat kehamilan berlangsung. Usia yang terlalu muda, dimana sistem reproduksi wanita belum sepenuhnya berkembang atau usia tua yang memang kesehatan sudah mulai menurun memiliki resiko yang berbahaya. Sebaiknya ibu mempersiapkan kehamilannya dengan baik. Sebenarnya pengaruh faktor usia ibu pada saat melahirkan bukanlah hal yang menakutkan atau sangat membahayakan. Jika memang ingin hamil lagi di usia 40 tahun, mulailah dengan merawat kehamilan dengan baik serta selalu berkonsultasi dengan dokter sehingga resiko itu dapat dihindari.

