
Pada usia golden age, balita mengalami pertumbuhan dan perkembangan otak yang pesat. Stimulasi tepat yang diberikan orangtua akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan jaringan otak dan kecerdasan menjadi optimal. Namun demikian, stimulasi yang diberikan hendaknya melalui proses yang menyenangkan yaitu melalui aktifitas bermain atau permainan. Salah satu jenis mainan yang dapat memberikan stimulasi kecerdasan adalah mainan kartu bergambaar. Apa saja manfaat mainan kartu bergambar untuk balita?
Manfaat dan kegunaan
Berikut ini beberapa kegunaan dan manfaat mainan kartu bergambar sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:
- Membaca. Beberapa jenis mainan kartu bergambar memiliki keterangan benda dibawahnya, sehingga secara tidak langsung balita akan mengembangkan kemampuan membaca. Tentu saja, kemampuan membacanya masih sebatas pengenalan bentuk huruf. Orangtua sebaiknya memberikan stimulasi pengenalan huruf pada kartu bergambar.
- Mengingat. Balita akan mengembangkan kemampuan mengingat berbagai macam bentuk dan jenis benda, apalagi jika jenis benda yang ada pada kartu bergambar tersebut dimiliki di rumah. Akan lebih baik apabila orangtua memberikan stimulasi kepada anak balitanya dengan memberikan pengetahuan mengenai bentuk asli benda.
- Audio. Kemampuan pendengaran balita akan dilatih melalui serangkaian pengucapan nama benda sesuai dengan kartu bergambar. Kemampuan pendengaran atau audio pada balita ini akan mempengaruhi kecerda
san kognitifnya juga. - Pelafalan bunyi. Berikan umpan balik agar balita mau mengulangi apa yang sudah diucapkan orangtua mengenai nama benda sesuai dengan kartu bergambar. Walaupun mungkin belum sempurna, pelafalan bunyi berguna untuk mengembangkan kemampuan syaraf koordinasi dan ketrampilan dalam pengucapan kata.
- Pengenalan warna. Pada dasarnya segala jenis mainan untuk balita selalu memiliki warna yang cerah atau memikat. Kegunaan warna yang cerah ini dimaksudkan untuk merangsang indra penglihatan balita.
Demikianlah beberapa kegunaan dan manfaat mainan kartu bergambar bagi balita usia 2-5 tahun. Namun demikian, akan lebih baik apabila pemberian stimulasi ini hendaknya tidak dilakukan dalam waktu yang lama untuk menghindari kejenuhan balita. Pemberian stimulasi yang singkat dengan intensitas tinggi akan lebih optimal dibandingkan stimulasi yang lama namun intensitasnya rendah. Semoga bermanfaat.

