
Kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi pemicu kematian tertinggi di dunia. Penyakit ini terjadi salah satunya adalah karena pola hidup yang kurang sehat. Salah satu pola hidup tidak sehat adalah konsumsi makanan pemicu kanker yang jarang sekali disadari oleh masyarakat.
Beberapa jenis makanan yang memicu terjadinya kanker adalah sebagai berikut :
- Makanan dengan bumbu penyedap atau penguat rasa (MSG) yang berlebihan. Makanan ini memiliki efek karsinogenik pada tubuh, yaitu suatu bentuk pemicu munculnya penyakit kanker.
- Makanan yang mengandung pengawet, pewarna dan pemanis. Jenis makanan ini juga mengandung pemicu kanker karena efek karsinogenik yang ditimbulkan.
- Makanan yang digoreng dengan minyak jelantah. Makanan jenis ini mengandung efek karsinogenik tingkat tinggi. Jelantah ini
sangat tidak menyehatkan jika digunakan untuk menggoreng makanan. - Makanan pemicu kanker lainnya adalah makanan yang mengandung pestisida. Pestisida banyak kita temui pada sayur dan buah yang masih mentah, terutama buah dan sayur yang diimpor. Untuk menghilangkan pestisida, kita harus mencucinya dengan minyak pembersih yang aman agar pestisida hilang sebuah sayuran dimasak dan buah dikonsumsi. Buah yang memiliki kulit dan dimakan isinya saja seperti pisang, papaya, sirsak, jeruk, nanas lebih aman untuk dimakan daripada apel dan anggur yang langsung terkena pestisida pada bagian kulit yang juga dimakan. Untuk buah dan sayur, kita dianjurkan mengkonsumsi buah dan sayur segar ketimbang yang diawetkan.
- Makanan yang mengandung alkohol. Alkohol adalah ‘sarang’ zat-zat karsinogenik pemicu kanker. Bahkan pada tapai ketan atau singkong sekalipun, zat ini juga didapatkan.
- Makanan yang dibakar. Makanan ini akan berwarna kehitaman atau gosong yang memicu munculnya nitrosamin. Ini adalah karsinogen dan memicu munculnya kanker pada tubuh.
- Jamur mentah yang mengandung mycotoxin dan kacang-kacangan berjamur yang mengandung aflatoxin. Mycotoxin dan aflatoxin adalah zat karsigonik. Namun beda lagi dengan jamur ragi pada tempe, ini bukan zat karsinogenik pemicu kanker yang dimaksud.
Beberapa jenis makanan pemicu kanker ini harus dijauhi selagi masih bisa. Lebih baik kita menghindari penyakit ketimbang mengobatinya jika terlanjut terserang karena kanker adalah jenis penyakit yang berisiko tinggi bagi tubuh.

