
Usia sekolah (5-12 tahun) adalah usia tumbuh kembang anak yang sedang aktif-aktifnya. Pada usia tersebut anak mempunyai aktivitas yang tinggi baik di sekolah maupun di rumah. Tentunya agar pertumbuhan dan aktivitasnya tidak terganggu seorang anak membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk menunjang kegiatannya tersebut dan merangsang tumbuh kembangnya . Salah satu gizi yang penting untuk menunjang aktivitas anak usia sekolah adalah kalsium.
Kalsium adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menyusun dan memperkuat tulang dan gigi. Selain itu kalsium juga bermanfaat dalam proses penyampaian rangsangan pada saraf, pembekuan darah, serta pengaturan irama dari detak jantung. Kebutuhan kalsium dalam menu makanan anak usia sekolah menurut URSDA (United State Recomended Allowance) adalah antara 800 – 1300 mg/ hari atau AKG 600 – 1000 mg/hari. Kebutuhan akan kalsium ini dapat dipenuhi dari asupan makanan seperti roti, keju, ikan laut, sayur berdaun hijau dan kacang. Segelas susu dapat mengandung 300 mg kalsium, sementara dalam ½ kg kangkung terdapat 300 mg kalsium, ½ kg kacang tanah memiliki kandungan kalsium 300 mg.
Kebutuhan asupan kalsium dari bahan makanan ini mutlak diperlukan, bila tidak tubuh akan mengambil cadangan kalsium yang terdapat dalam tulang dan gigi. Akibatnya tulang dan gigi akan mudah keropos sebelum waktunya. Sedikit benturan saja akan membuat tulang mudah cedera. Sangat disayangkan bila anak-anak yang menjadi cikal bakal pemimpin masa depan negeri ini harus pupus impian karena gangguan tulang yang menghambat geraknya.
Anak yang kekurangan kalsium pada usia sekolah akan menunjukkan gejala kukunya menjadi rapuh, mudah depresi, jantung berdebar, sering gemetaran, sulit tidur, sering merasakan kram pada otot betis dan rasa kebas. Oleh karenanya kebutuhan kalsium dalam menu makanan anak usia sekolah harus terpenuhi. Kalsium yang diperoleh dari bahan makanan sangat aman dan tidak akan menyebabkan kelebihan kalsium, berbeda dengan kalsium yang berasal dari suplemen. Mengkonsumsi suplemen berlebih dapat menyebabkan gangguan kelebihan kalsium seperti, sering buang air kecil, sulit BAB, sering haus dan mulut kering.

