Kapan Sebaiknya Makanan Tambahan Diberikan?

Banyak para orang tua khususnya ibu yang baru punya bayi bertanya-tanya Kapan Sebaiknya Makanan Tambahan Diberikan? Ya, pertanyaan ini hampir selalu muncul di setiap seminar kesehatan bayi, televisi, radio sampai dengan beberapa forum-forum terkenal yang ada di internet. Wajar memang sebagai orang tua menanyakan hal ini karena mereka menginginkan bayi mereka bisa tumbuh secara optimal dan sehat tentunya. Nah sebagai anda orang tua maka wajib bagi anda untuk mengetahui hal ini sejak dini kendati saat ini anda masih belum dikarunai seorang anak.

Melihat bayi bisa menangis dengan kencang, tertawa dengan lucunya, dan bertingkah aktif sesuai dengan kemauannya memang adalah kesenangan tersendiri bagi orang yang melihatnya. Entah kenapa, sepertinya setiap bayi pasti selalu diselimuti dengan suasana dan juga kehangatan yang sangat nyaman bagi siapa saja yang berada di dekatnya. Bahkan ada orang yang memberikan istilah bahwa melihat bayi bisa membuang semua energi negative yang dibawa oleh orang yang jahat sekalipun dan tampaknya itu memang benar.

Kapan Sebaiknya Makanan Tambahan Diberikan pada sang bayi?

Kembali lagi ke materi utama, peran makanan tambahan pada bayi memang sangat penting untuk menunjang pertumbuhan bayi anda secara maksimal. Mungkin anda berpikir bukankah pemberian ASI sudah lebih dari cukup mengingat sang ibu juga sudah memakan banyak makanan bergizi dan berprotein tinggi? Ya, ASI tentu saja masih menjadi rekomendasi teratas bagi makanan bayi akan tetapi anda juga harus melihat berapakah usia dari sang bayi.

Para dokter dan ahli sudah meneliti tentang kualitas ASI dimana memang memiliki gizi yang sangat tinggi dan bervariatif yang mampu memenuhi kebutuhan bayi setiap harinya. Akan tetapi pemberian ASI saja disarankan ketika sang bayi berada pada usia 0 sampai 6 bulan dan setelah itu (usia 6 bulan ke atas) disarankan bagi anda untuk memberikan makanan tambahan kepadanya.

Kapan Sebaiknya Makanan Tambahan Diberikan dan Mengapa?

Bayi sebaiknya diberi makanan tambahan setelah usia 6 bulan ke atas. Ini dikarenakan ada 2 hal penting yang perlu anda perhatikan yaitu :

  1. Kebutuhan bayi yang sudah tidak sama seperti dulu. Semenjak berusia 6 bulan ke atas, system pencernaan bayi sudah tumbuh menjadi baik dan bisa bekerja dengan optimal karena itu meminum ASI saja tidak akan cukup dan harus diselingi dengan makanan tambahan agar gizi sang bayi bisa terpenuhi.
  2. Pengenalan makanan tambahan untuk mencegah alergi. Mengenalkan makanan tambahan sejak dini (minimal berusia 6 bulan) dan dilakukan secara bertahap sudah terbukti mampu untuk mengurangi resiko terkena penyakit alergi yang cukup sering menyerang bayi

Nah kedua alasan tersebut maka sudah menjawab pertanyaan mengenai kapan sebaiknya bayi diberikan makanan tambahan, bukan?