
Banyak anak yang mengalami kesulitan meminum obat. Beberapa di antaranya bahkan langsung memuntahkan obat tersebut tepat setelah dia meminumnya. Kejadian anak memuntahkan obat yang diminumnya pada umumnya merupakan reaksi normal. Apa pun yang masuk atau dimasukkan ke dalam mulut anak tanpa dikehendaki oleh si anak dapat membuat anak menjadi tersedak dan secara otomatis memuntahkannya.
Kejadian seperti ini tentunya membuat orang tua atau penjaga anak tersebut mengalami kebingungan, terlebih lagi bila obat yang dimuntahkan tersebut adalah obat antibiotik. Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk memperlambat, menghentikan, bahkan membunuh bakteri yang menginfeksi tubuh. Antibiotik ini tidak dapat diberikan secara sembarangan dan penggunaannya harus mengikuti petunjuk dari dokter. Di satu sisi orang tua atau penjaga anak diminta untuk memberikan obat antibiotik itu sesuai dengan petunjuk dari dokter, di sisi lain mereka juga ragu apakah obat antibiotik yang dimuntahkan tadi sudah cukup terserap oleh anak atau belum. Kemudian muncul kekhawatiran juga akan risiko overdosis bila obat antibiotik tersebut diberikan sekali lagi dengan dosis penuh.
Bolehkan Diulang Dosisnya?
Jo Ann Rohyans, seorang dokter spesialis anak di Amerika Serikat, menyatakan bahwa pemberian obat antibiotik dosis penuh setelah anak memuntahkan antibiotik yang diminumnya pada dosis pertama masih diperbolehkan. Namun bila pada pemberian antibiotik dosis kedua si anak memuntahkannya kembali, maka hentikan pemberian obat dan segera konsultasikan dengan dokter yang menanganinya. Pemberian dosis obat antibiotik secara berulang dalam jangka waktu yang terlalu pendek dapat memunculkan efek samping negatif seperti diare. Dokter yang menangani kasus penyakit anak tersebut akan dapat menganalisa apakah obat antibiotik yang diresepkan tersebut dimuntahkan oleh anak sebagai reaksi normal, ataukah ada hal-hal lain sebagai penyebabnya seperti kemungkinan adanya alergi pada obat antibiotic yang diberikan. Pada beberapa kondisi tertentu, dokter akan memberikan obat antibiotic dalam bentuk yang langsung dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan. Tentunya dengan dosis yang disesuaikan dengan berat badan dan keluhan anak.
Satu hal yang perlu diperhatikan oleh para orang tua atau penjaga anak dalam memberikan pengobatan antibiotik pada anak adalah memastikan bahwa anak meminumnya dalam kondisi lambung anak sudah terisi makanan. Hal ini juga untuk mencegah naiknya kadar asam lambung sebagai efek samping dari antibiotik yang diberikan. Naiknya kadar asam lambung akan membuat anak merasa mual dan muntah.

