
Batuk pada balita merupakan suatu penyakit yang sering ditemui. Ketika balita batuk, sering kali diikuti oleh muntah yang sebenarnya berperan untuk mengeluarakan dahak karena mekanisme mengeluarkan dahak secara disengaja belum mahir dilakukan oleh anak-anak usia balita. Orang tua terkadang panik ketika anaknya batuk hingga muntah. Sebenarnya apa sajakah jenis dan penyebab batuk pada balita ini?
Balita batuk disebabkan oleh berbagai faktor. Bisa karena faktor cuaca yang menyebabkan alergi, infeksi bakteri atau virus, dan lain sebagainya.
Jenis batuk ada dua yaitu kering dan berdahak. Batuk kering biasanya bersifat dalam dan ketika batuk suaranya seperti menggonggong. Batuk ini terasa sakit di dada mengakibatkan balita semakin rewel.
Adapun batuk berdahak selalu diiringi lendir. Lendir pada saluran pernapasan ini biasanya jika terlalu banyak menyumbat saluran napas akan dikeluarkan berupa respon muntah.
Adapun penyebab secara rinci batuk adalah sebagai berikut :
- Faktor internal.
Yang dimaksud dengan faktor internal bahwa batuk disebabkan oleh kondisi diri anak seperti genetik antara lain asma, alergi. Untuk asma sendiri dibagi menjadi berbagai jenis dan lokasi organ atau bagian tubuh yang terjadi penyempitan antara lain asma bronchial jika penyempitan saluran napas terjadi di saluran bronchus atau broncheolus, sebuah saluran napas yang di dalam paru-paru. Kemudian asma laryngeal yaitu jika penyempitan napas terjadi di dalam saluran di mana terdapat selaput larink. Asma pharyngeal terjadi penyempitan saluran napas di daerah farink dan asma tracheal jika penyempitan saluran napas terjadi di area tenggorokan. Penyempitan saluran napas biasanya sangat berhubungan erat dengan alergi. Alergi baik makanan maupun udara dingin menyebabkan terjadi penebalan dinding saluran pernapasan sehingg lumen atau lorong saluran menjadi menyempit. - Faktor eksternal
Faktor eksternal bisa disebabkan oleh alergen, yaitu senyawa yang menimbulkan alergi dan juga adanya infeksi. Jika yang menyebabkan batuk pada balita adalah alergen, maka sangat erat kaitannya dengan faktor internal yaitu bahwa balita batuk karena ada bakat alergi.Namun jika penyebab adalah infeksi, maka hal ini benar-benar murni faktor dari luar.Infeksi kuman baik virus maupun bakteri dapat menimbulkan peradangan yang menyebabkan rasa gatal pada daerah tenggorokan ataupun terjadinya reaksi sekresi lendir.Batuk timbul antara lain karena adanya kesulitan bernapas, rasa gatal akibat radang serta reaksi mengeluarkan lendir yang menghambat jalannya udara pernapasan.Batuk oleh infeksi biasanya berdahak, meskipun demikian, pada beberapa kasus pneumonia menyebabkan batuk kering dan dalam.
Apabila balita batuk dan belum diketahui jenis dan penyebabnya, maka orang tua harus segera memeriksakan ke dokter karena pengobatan batuk pada balita dan batuk di segala usia disesuaikan dengan jenis dan penyebab. Batuk kering diobati dengan senyawa yang mengandung antitusif, yang menekan pusat batuk pada otak, sedangkan batuk berdahak diobati dengan obat batuk yang mengandung senyawa ekspektoran, yang berfungsi mengeluarkan dahak penyebab batuk. Kemudian jika batuk disebabkan oleh infeksi, maka perlu memberikan obat untuk mengatasi infeksinya seperti antibiotik jika dikarenakan oleh bakteri. Batuk akibat alergi juga dapat dengan memberikan tambahan antihistamin dalam obat.

