Ini Tindakan Saat Persalinan Darurat

Persalinan bisa terjadi kapan dan dimana saja, bahkan pada situasi yang sangat tidak tepat sekalipun seperti saat terjadi bencana alam, di toilet atau di tempat umum seperti supermarket ataupun pasar. Sebaiknya tindakan saat persalinan darurat tidak dilakukan seorang diri, calon ibu perlu didampingi minimal satu orang saat bersalin. Lalu apa yang harus ibu dan orang yang menemaninya jika persalinan darurat harus dilakukan.

Tindakan Saat Persalinan Darurat

Untuk calon ibu, hanya satu yang bisa dilakukan yaitu tetap rileks. Rileks akan memudahkan ibu untuk mengatur nafas karena ini sangat diperlukan saat persalinan terjadi. Untuk penolong persalinan, misalnya teman, suami atau kerabat yang kebetulan sedang menemani, ini yang harus dilakukan :

  • Periksa kondisi ibu, mulai dari denyut nadi, kondisi fisik apakah terlihat melemah atau biasa saja, periksa tekanan darahnya dan ibu hamil terlihat terlalu kesakitan atau tidak.
  • Hubungi tenaga medis seperti bidan atau dokter.
  • Sambil menunggu datangnya tenaga medis, ibu hamil bisa dibimbing untuk mengatur nafasnya dengan tenang. Ibu hamil dianjurkan untuk rileks dan wajah dengan mulut tersenyum karena ini akan memudahkan terbukanya jalan lahir dan panggul yang rileks. Kondisi rileks ini akan memudahkan kepala bayi untuk mencari jalan lahir.
  • Mintalah ibu hamil untuk berbaring atau setengah duduk, upayakan ibu hamil menggunakan alas yang empuk agar saat bayi lahir tidak terbentur lantai.
  • Biarkan ibu hamil mengikuti ritme tubuh yang dia rasakan. Tetap bimbing ibu hamil untuk mengatur nafas dengan rileks.
  • Saat kepala bayi mulai terlihat, bersiaplah menyambut kepala bayi. Setelah kepala bayi keluar, akan ada dorongan alami dari dalam rahim untuk mendorong tubuh bayi. Biasanya mengeluarkan tubuh bayi akan lebih mudah dan cepat dibanding mengeluarkan kepala.
  • Setelah bayi lahir, plasenta akan lahir beberapa saat setelah bayi dilahirkan. Biasanya plasenta akan keluar dengan spontan tapi jika plasenta macet di jalan lahir, plasenta bisa dikeluarkan tersebut dengan memutar searah jarum jam sehingga plasenta bisa dilahirkan.
  • Jika tidak ada alat yang steril untuk memotong plasenta yang masih tersambung dengan bayi biarkan beberapa saat sampai penolong medis datang.
  • Jaga agar kondisi ibu tidak mengalami dehidrasi. Jika terjadi pendarahan, tahan dengan dengan kain kassa steril di tempat keluarnya darah.

Tindakan saat persalinan darurat tentu saja dilakukan dengan canggung oleh orang yang menolong persalinan tersebut. Tidak ada pilihan untuk tetap tenang dan santai demi kelancaran persalinan dan keselamatan ibu dan bayi.