
Infeksi Saluran Kemih atau disingkat menjadi ISK disebakan oleh bakteri yang menginfeksi saluran kemih. Saluran kemih terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra yang masing-masing mempunyai peranan untuk membuang limbah cair dari dalam tubuh kita. Ginjal berfungsi untuk menyaring darah dan menghasilkan urin. Ureter bertugas membawa urin dari ginjal ke kandung kemih. Oleh kandung kemih, urin disimpan untuk dibuang melalui uretra.
Infeksi dapat terjadi di sepanjang saluran kemih. Bakteri dapat dengan mudah masuk ke dalam saluran kemih melalui kulit di sekitar anus. Hal ini menjadi penyebab ISK lebih sering terjadi pada anak perempuan, dikarenakan uretra lebih pendek dan lebih dekat dengan anus. Bakteri E.Coli merupakan bakteri yang paling sering menjadi penyebab dari ISK. Beberapa bakteri lain, dan beberapa virus, juga dapat menyebabkan ISK.
ISK dapat dengan mudah disembuhkan, tetapi sangatlah penting untuk mendeteksinya secara dini. ISK yang tidak diobati dapat mengakibatkan kerusakan ginjal, terutama untuk anak di bawah 6 tahun.
Gejala
Gejala ISK dapat bervariasi tergantung umur anak dan bagian mana dari saluran kemih yang terinfeksi. Bila infeksi terjadi di sepanjang uretra dan kandung kemih disebut Cystitis. Bila infeksi naik ke bagian ureter sampai ke ginjal disebut Pyelonephritis. Pyelonephritis ini lebih berbahaya.
Pada bayi dan anak-anak, gejalanya sangat umum. Anak biasanya rewel, tidak mau makan atau muntah. Gejala lainnya mungkin hanya timbul demam yang muncul tanpa penyebab dan tidak kunjung sembuh.
Pada anak yang lebih besar atau orang dewasa, gejalanya dapat menunjukkan bagian mana dari saluran kemih yang
terinfeksi. Pada infeksi di kandung kemih, anak mungkin akan merasakan :
- sakit seperti perih atau terbakar pada saat buang air kecil
- anyang-anyangan atau berasa selalu ingin buang air kecil
- sering bangun pada malam hari untuk buang air kecil
- kadang timbul demam
- nyeri di punggung bawah atau sekitar kandung kemih (umumnya di bawah pusar)
- urin berbau busuk, keruh atau mengandung darah
Beberapa gejala di atas juga dapat terjadi bila mengalami infeksi pada ginjal, tetapi anak akan terlihat lebih sakit, mengalami demam tinggi sampai menggigil, nyeri di bagian samping atau belakang perut, kelelahan atau muntah.
Pencegahan
- Ajari anak untuk menjaga kebersihan pada saat menggunakan toilet.
- Untuk anak perempuan, sehabis buang air besar, ingatkan untuk selalu membersihkan atau menyeka dari arah depan ke belakang untuk menghindari kuman menyebar dari anus ke uretra.
- Jangan menahan pipis terlalu lama karena urin yang berada dari kandung kemih merupakan tempat yang ideal untuk bakteri berkembang biak.
- Perhatikan bila berendam dalam bubble bath atau menggunakan sabun yang kuat karena dapat menyebabkan iritasi pada uretra. Gunakan celana dalam berbahan katun daripada bahan nylon karena bakteri akan lebih susah berkembang.
- Minum banyak air dan hindari kafein.

