Gejala Hepatitis dan Masa Inkubasinya

Gejala penyakit Hepatitis pada tahap awal dapat seperti gejala penyakit flu, seperti :

  • demam
  • nyeri otot
  • sakit perut, mual, muntah, diare
  • hilang nafsu makan

Bahkan beberapa orang yang terkena hepatitis tidak mempunyai gejala dan mungkin tidak tahu bahwa mereka telah terinfeksi virus hepatitis. Misalnya anak yang terkena Hepatitis A biasanya gejalanya sangat ringan atau bahkan tidak ada.

Pada Hepatitis B, sebagian besar penderita akan sembuh dan virus akan menghilang secara alami. Namun pada sebagian kecil kasus, virus tersebut akan tetap ada dan dapat berkembang menjadi penyakit kronis yang dapat menyebabkan kanker hati. Pada bayi atau anak-anak yang terinfeksi HBV tetapi virus tersebut tidak benar-benar hilang cenderung akan mempunyai masalah pada hati di usia dewasa. Penularan HBV dapat ditularkan oleh orang yang sehat namun membawa virus ini.

Jika penyakit bertambah parah, gejalanya akan mengarahkan ke hati sebagai sumber penyakit. Bahan-bahan yang biasanya disekresi oleh hati akan berkumpul dalam darah yang akan menyebabkan :

  • jaundice (kuning pada kulit dan putih mata)
  • ruam kulit atau gatal
  • rasa pahit di mulut
  • napas berbau busuk
  • urine berwarna gelap seperti teh
  • nyeri perut yang berpusat di bawah tulang rusuk

Masa inkubasi

Virus hepatitis mempunyai masa inkubasi (waktu yang diperlukan sampai timbul gejala setelah terinfeksi oleh virus) yang berbeda-beda.
Hepatitis A : 2 - 6 minggu
Hepatitis B : 4 - 20 minggu
Hepatitis C : 2 - 22 minggu
Hepatitis D : 4 - 24 minggu
Hepatitis E : 2 - 8 minggu

Hepatitis A biasanya aktif untuk jangka waktu pendek dan setelah sembuh penderita tidak dapat menularkan virus ke orang lain. Hampir semua penderita Hepatitis A akan sembuh total dalam 2-4 minggu tanpa komplikasi jangka panjang.

Pada Hepatitis B, 85% - 90% penderita akan sembuh total dalam waktu 6 bulan tanpa komplikasi jangka panjang.

Namun pada Hepatitis C, 75%-85% penderita tidak akan sembuh total dan cenderung akan terus mempunyai infeksi jangka panjang. Pada sebagian kecil kasus Hepatitis B dimana penderita tidak sembuh total dan pada penderita Hepatitis C yang terus terinfeksi dapat terkena Hepatitis Kronis dan Sirosis Hati. Beberapa orang penderita Hepatitis B dan Hepatitis C dapat menjadi pembawa seumur hidup virus tersebut dan dapat menularkannya kepada orang lain.

Hepatitis D dapat terjadi bersamaan dengan Hepatitis B atau setelah orang terkena Hepatitis B Kronis (superinfeksi) dan dapat beresiko mengalami gagal hati. Sebagian besar penderita superinfeksi Hepatitis D berpeluang terkena Sirosis Hati.

Hepatitis E pada umumnya dapat sembuh total. Hanya sebagian kecil penderita (1%-4%), terutama pada ibu hamil, yang dapat mengalami gagal hati.

Cara Mendiagnosa Hepatitis

Penyakit Hepatitis dapat didiagnosa melalui tes darah. Selain itu dapat dilakukan tes fungsi hati untuk mengetahui seberapa jauh hati masih berfungsi dengan baik. Bila perlu dapat dilakukan biopsi hati untuk memeriksa seberapa jauh kerusakan organ sehingga dapat dilakukan perawatan yang terbaik.
Untuk HBV dan HCV kronik dapat dilakukan Ultrasaound atau CAT scan untuk mengetahui perkembangan kanker.