
Bagaimana diet yang tepat untuk anak alergi protein? Alergi protein adalah gangguan kesehatan yang sering terjadi pada usia anak-anak. Gangguan ini dapat menyerang organ anak dengan berbagai bahaya dan komplikasi. Gejala alergi biasanya bermacam-macam, seperti munculnya eksim atau biduran, bersin, hidung tersumbat, pilek, batuk menahun dan berulang sampai sesak napas alias asma. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui diet untuk anak yang alergi protein.
Diet untuk Alergi Protein Susu
Alergi protein pada anak paling sering disebabkan oleh susu sapi. Jika anak alergi susu sapi maka diet yang tepat adalah dengan menghindari keju, susu kental manis, es krim, kentang instan, yogurt, mentega, krim, dan makanan olahan lain yang terbuat dari susu. Namun, meski tidak dapat minum susu atau makan makanan yang mengandung susu, anak tetap harus mendapatkan tambahan kalsium dalam diet. Bisa dalam bentuk jus yang mengandung kalsium. Untuk menghindari resiko alergi protein susu sapi, sebaiknya anak mendapatkan ASI sampai umur 2 tahun. Selain itu, jika anak alergi protein susu sapi, maka sang ibu juga harus diet susu sapi, karena protein susu sapi dapat terkonsumsi melalui ASI.
Diet untuk Alergi Protein Telur
Selain susu, protein yang terdapat dalam putih telur juga merupakan penyebab umum alergi makanan. Diet tepat alergi protein dalam telur yaitu dengan menghindari memberikan putih telur untuk anak di bawah satu tahun. Makanan yang mengandung telur, termasuk kue, roti, es krim, pasta, salad susu, maupun puding susu juga termasuk dalam daftar makanan yang harus dihindari dalam program diet alergi protein ini. Cara menyiasatinya adalah dengan tidak menambahkan susu dalam makanan-makanan tersebut.
Diet untuk Alergi Protein Kedelai
Alergi protein lainnya biasanya ditemukan pada anak yang minum susu kedelai. Dietnya selain dengan menghindari susu kedelai, juga dengan menghindari makanan yang mengandung protein kedelai seperti miso sup, saus kedelai, atau makanan berminyak kedelai.
Diet untuk Alergi Gluten Gandum
Gluten adalah protein yang terdapat dalam biji-bijian seperti gandum, barley, dan oat. Bila anak mengalami reaksi alergi terhadap makanan yang mengandung gluten, sebaiknya ibu memberikan produk makanan yang berlabel ‘bebas gluten’ dan semua makanan yang menggunakan terigu sebagai bahan dasarnya. Lebih baik untuk memberi beras atau sereal gandum dan menunda memberikan gandum sampai anak berusia di atas 6 atau 8 bulan. Hindari pula makanan yang berbahan dasar jagung, tepung maizena dan semua yang mengandung tepung putih. Demikian beberapa contoh diet untuk anak alergi protein.

