Berkomunikasi Dengan Anak Yang Menderita Kanker

Sampai dengan saat ini kanker masih menjadi penyakit dengan resiko kematian tinggi. Penderita kanker selain merasakan penderitaan lahir juga mengalami depresi Karena merasa takut terjadinya ajal yang siap menjemput. Apalagi jika penderitanya adalah anak-anak. Untuk memberikan support pada anak penderita kanker, diperlukan komunikasi yang bagus dan intensif kepada anak. Berikut adalah teknik dan tips berkomunikasi dengan anak yang menderita kanker.

Pertama anak diberikan dukungan moril supaya tidak merasakan bahwa dirinya sedang mengidap penyakit yang berbahaya. Jika perlu berikan cerita-cerita atau kisah sukses sembuh dari kanker dan sampaikan bahwa masa depan mereka masih panjang sehingga anak tidak dihantui dengan kematian. Pada umumnya anak kecil sangat takut dengan kematian. Selanjutnya berikan dukungan moral bahwa penderita kanker di dunia ini tidak sedikit, banyak orang dan anak lain juga mengalami penyakit kanker dan banyak yang sudah sembuh total dari penyakit asalkan mau berusaha untuk berobat. Berikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan keluhan ataupun perasaannya terkait penyakit yang dideritanya. Jika anak sedang mengeluh, dengarkan secara baik-baik dan kembali besarkan hatinya.

Cerita atau kisah menghibur dapat mengurangi penderitaan yang dirasakan oleh anak. Sehingga berkomunikasi dengan anak yang menderita kanker dapat mengurangi penderitaannya. Pada kanker tahap lanjut umumnya pasien mengalami rasa sakit. Tawarkan pemberian obat guna mengurangi sakit dan kembali ajak anak bersendau gurau. Anak kecil mudah lupa terhadap penyakit. Jangan terus menerus menganggap anak sedang sakit. Perlakukan dia sebagaimana anak yang sehat. Ajak mereka melakukan hal-hal yang mereka suka sambil tetap berikan pujian atas apa yang anak lakukan. Jauhkan mereka dari rasa stres dan depresi karena merasa berbeda dengan anak lain.

Kalau sang anak mengikuti program home schooling, tetap ajarkan materi-materi sekolah dengan cara yang menyenangkan dan tidak terlalu mengejar target. Biarkan hati anak merasa terhibur, senang dan lupa akan penyakit yang dideritanya. Biarkan anak mencoba menceritakan kisah menyenangkan yang dialami selama ini. Pikiran gembira dan merasa sehat bahkan merupakan sebuah obat ampuh. Karena semua berawal dari pikiran. Tidak sedikit pasien dengan penyakit berat yang sembuh karena berpikir bahwa dia memang tidak sakit. Kekuatan pikiran ini yang akan menumbuhkan semangat pada diri penderita.

Demikian tehnik atau strategi berkomunikasi dengan anak yang menderita kanker. Usahakan Anda tidak terpengaruh terhadap perubahan psikologis anak yang menderita kanker. Ajaklah orang-orang sekitar Anda untuk membantu membersarkan hati anak yang menderita kanker. Semoga informasi ini bermanfaat.