
Saat ini banyak sekali jajanan anak yang sekilas tampak lezat dan menyehatkan namun ternyata mengandung banyak bahan berbahaya aditif. Kita sebagai orang tua sebaiknya lebih teliti dalam memberi makanan kepada anak-anak kita, supay tidak terkena dampaknya yang merugikan kesehatan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Banyak penyakit yang tadinya hanya diderita oleh orang tua tapi saat ini banyak dijumpai kasus penyakit tersebut menyerang juga pada anak-anak.
Zat aditif ini timbul dari perkembangan teknologi yang juga menyentuh hingga kedalam industri makanan. Sehingga saat ini banyak sekali makanan dan minuman instan yang mengandung zat aditif. Tetapi ternyata zat aditif itu ada yang aman untuk dikonsumsi, juga ada yang berbahaya dan beresiko jika termakan atau terminum.
Apa sih zat aditif itu? Zat aditif adalah bahan kimia yang ditambahkan kedalam makanan atau minuman yang berguna sebagai menambah kelezatan makanan, meningkatkan kualitas makanan dan minuman dalam rentang waktu tertentu, serta menjaga kesegaran makanan dan minuman tersebut. Di Indonesia sendiri, penambahan zat aditif telah dilakukan sejak nenek moyang kita dahulu, contohnya adalah dengan penambahan garam pada ikan dan daging untuk mengawetkan makanan.
Manfaat aditif dalam makanan
Sebenarnya ada beberapa manfaat dari penggunaan zat aditif ini. Beberapa diantaranya adalah:
- Mempertahankan konsistensi produk. Emulsifier dapat memberikan tekstur pada makanan karena sifatnya yang dapat mencegah berpisahnya fasa air dengan fasa lemak.
- Memberikan warna dan menguatkan rasa pada makanan dan minuman. Warna digunakan supaya dapat memperindah penampilan dan pemberian berbagai bumbu alami maupun isntetik untuk menguatkan cita rasa pada makanan.
- Mempertahankan kelezatan dan kesehatan makanan. Zat aditif pengawet dapat mencegah timbulnya jamur dan berkembangnya bakteri yang dapat merusak makanan.
- Mengatur atau mengembangkan tingkat keasaman bahan pangan. Baking soda berguna untuk mengembangkan cake, biskuit, dan roti selama proses pemanggangan.
- Meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi. Penambahan margarine, susu, serelia kedalam produk makanan untuk memperbaiki nilai gizi atau mengganti beberapa zat yang hilang saat proses pemanggangan.
Macam-macam zat aditif dan bahayanya
Zat aditif sangat lekat dalam kehidupan sehari-hari kita, lihat saja semua produk makanan baik disupermarket maupun pasar tradisional akan sangat mudah kita jumpai makanan dan minuman yang mengandung zat aditif. Kita sebagai orang tualah yang harus selektif dan waspada terhadap kandungan zat aditif tersebut. Berikut adalah macam-macam zat aditif yang beredar luas dan erat penggunaannya dimasyarakat kita.
- Monosodium Glutamat (MSG). Ini yang paling banyak mendapat perhatian dimasyarakat. MSG merupakan asam amino yang pada awalnya bahan ini didapat dari sejenis rumput laut. Bahan ini memberikan rasa yang kuat pada kripik, sup, dan lain-lain. Efek samping dari penggunaan MSG ini adalah rasa mual, pusing, dan dapat merusak sel syaraf.
- Sodium Nitrat. Biasanya digunakan dalam daging kornet, ikan asap, daging asin. Sodium nitrat dapat menyebabkan kanker.
- Aspartam dan Ca Benzoat. Adalah jenis pemanis buatan yang ditambahkan dalam produk olahan minuman soda atau rasa buah-buahan. Dapat menyebabkan pusing, halusinasi, serta kanker, serta alergi pada saluran pernapasan.
- BHA dan BHT. Biasanya digunakan dalam makanan kering, permen karet, kripik kentang, shortening, ragi instant. Potensi menyebabkan kerusakan hati dan kanker.
- Sodium Klorida atau garam atau NaCI. Garam memang memberikan rasa lezat pada setiap makanan. Tetapi jika penggunaannya berlebih dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, tekanan darah tinggi, dan gagal ginjal.
- Pewarna makanan. Blue 1 dan 2 terdapat pada permen, makanan ringan. Red 3 terdapat pada permen. Green 3 terdapat pada minuman dan permen. Yellow 6 digunakan pada permen, gelatin, sosis, minuman. Semua bahan tersebut pemicu kanker dan tumor.
Sifat zat aditif dapat membuat makanan dan minuman menjadi special. Namun ketika anak anda bahkan orang tua sendiri yang sudah mulai ketergantungan pada makanan serta minuman tentu akan berbahaya. Lidah akan terbiasa mengecap makanan dan minuman yang sudah tercampur bahan aditif itu akan sulit untuk menerima rasa alami sebuah makanan dan minuman yang tanpa campuran bahan aditif tersebut.
Sebagai orang tua, ada baiknya memberikan pengarahan dan pengertian kepada anak-anak supaya untuk tidak terbiasa jajan sembarangan saat mereka diluar rumah. Jikalau anak memang ingin mencicipi makanan atau minuman tersebut berikan batasan untuk mengkonsumsinya.

