
Pada saat sakit orang tua akan memberikan vitamin untuk menambah daya tahan tubuh, begitu pula dengan dokter spesialis anak juga pasti akan meresepkan atau merekomendasikan untuk meminum vitamin penambah daya tahan tubuh atau imunomodulator. Dipasaran sendiri banyak beredar dan dengan mudah dapat kita temui vitamin penambah daya tahan tubuh atau imunomodulator ini yang dijual bebas dengan harga relative terjangkau. Imunomodulator adalah zat yang membantu mengatur system pertahanan tubuh dengan menggunakan bahan yang dapat merangsang system kerjanya. Tetapi imunomodulator tidak meningkatkan system kekebalan tubuh seperti immunostimulant.
Jenis-jenis imunomodulator
Imunimodulator ada 2 jenis:
- Imunomodulator alami – jenis imunomodulator yang baik. Karena terdapat dalam buah-buahan dan makanan seperti berbagai macam buah-buahan dan sayuran segar. Termasuk ginseng, chamomile tea, minuman lemon atau zaitun, ekstrak jamur resihi dan esktrak daun zaitun. Namun sayangnya kandungan imunomodulator dalam bahan alamiah mudah rusak dan hilang setelah proses pemasakan.
- Imunomodulator sintetis – jenis imunomodulator yang sudah diolah dan dikemas sehingga sudah siap untuk dikonsumsi.
Penggunaan imunomodulator yang baik memang yang berasal dari alamiah tetapi setelah proses pengolahan yang tidak tepan dapat menghilangkan kandungan imunomodulator tersebut, yang paten adalah penggunaan imunomodultaor sintetis selama penggunaannya tidak melebihi dosis dan ketentuan anjuran yang ada.
Gunakan Jika Diperlukan, Jangan Berlebihan
Kapan sebaiknya anak diberikan vitamin penambah daya tahan tubuh atau imunomodulator ini? Berikan saat memang kekebalan dalam tubuh anak mengalami gangguan. Ciri-ciri jika anak sedang menderita gangguan kekebalan tubuh adalah anak akan mudah terserang penyakit. Batuk pilek yang tadinya sduah sembuh tapi muncul kembali, mudah terkena infeksi-infeksi lainnya, atau juga mudah terkena demam.
Tetapi jika anak anda dalam keadaan sehat maka sebaiknya imunomodulator ini tidak diberikan. Juga ketika anak anda sudah sembuh dari sakitnya maka juga jangan memberikan imunomodulator ini dalam waktu yang panjang.
Kemudian apakah baik jika diminum dalam jangka panjang dan terus menerus? Jawabannya adalah tidak. Karena imunomodulator bukan vitamin biasa. Penggunaannya dalam jangka panjang dan dalam dosis berlebih malah dapat merangsang respon kekebalan pada tubuh yang berlebihan serta dapat merangsang reaksi alergi dan hipersensitifitas pada penderita alergi menjadi meningkat. Pemakaian yang tidak tepat juga dapat merugikan tubuh, karena merangsang timbulnya alergi. Karena dalam tubuh manusia terdapat sel-sel limposit, ada sel limposit yang berperan pada kekebalan tubuh terhadap infeksi dan terdapat pula sel limposit yang berperan dalam hal antibody. Nah, jika pada anak yang reaksi kekebalan tubuhnya berlebihan maka anak tersebut akan lebih mudah terserang alergi karena sel limposit yang berperan dalam antibody lebih dominan.

