Bagaimana Merawat Kaki Bayi Agar Tidak “O”

Orangtua seringkali kuatir kaki bayinya akan berbentuk ‘O’, sehingga mereka akan berupaya melakukan berbagai hal, antara lain membedong kaki bayi. Berdasarkan penelitian, membedong bayi tidak akan membuat kaki bayi menjadi lurus atau pun mencegah ‘O’. Kaki bayi yang baru lahir memang terlihat ‘O’, karena pertumbuhan kaki bayi yang panjang harus menyesuaikan bentuk rahim atau ruang dalam kandungan yang terbatas, sehingga saat lahir kaki bayi terlihat ‘0’. Namun orangtua tidak perlu kuatir, karena hal tersebut merupakan hal yang bersifat alami dan sementara. Saat bayi menginjak usia 2 tahun, kaki bayi akan lurus. Ada beberapa ciri-ciri bentuk kaki yang normal, antara lain: kaki bayi memiliki sudut tertentu dan simetris, panjang kaki bayi terlihat proporsional, memiliki telapak kaki yang tidak datar. Jika ada kelainan pada kaki bayi biasanya mungkin berawal dari saat bayi dalam kandungan, namun ada juga kelainan kaki tersebut terjadi saat setelah bayi lahir. Di sini peranan seorang ibu, saat hamil, melahirkan, dan merawat bayi sangatlah penting, agar dapat mencegah kejadian yang dapat menyebabkan kelainan pada kaki bayi.

Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Merawat Kaki Bayi Agar Tidak ‘O’

  1. Sebaiknya bayi tidak ditatih atau dipaksa berjalan sebelum waktunya. Kadangkala orangtua tidak sabar untuk mengajak bayi berjalan (ditatih), padahal tulang kaki bayi belum cukup kuat untuk berjalan. Bayi akan mulai belajar berjalan, bila bayi merasa sudah cukup kuat baik secara fisik dan mental untuk mencoba belajar berjalan. Biasanya bayi belajar berjalan mulai usia 9 bulan hingga 18 bulan.
  2. Sebaiknya hindari penggunaan alat bantu berjalan (baby walker) terlalu dini, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan dan bentuk tulang kaki bayi. Memang banyak yang beranggapan bahwa baby walker dapat membantu anak pada saat mulai belajar berdiri dan berjalan. Namun berdasarkan hasil penelitian, dalam banyak kasus, baby walker malah dapat membahayakan dan membuat bayi cedera. Sebaiknya bagi orang tua untuk menstimulasi bayinya agar dapat berjalan harus disesuaikan dengan kemampuan dan tahapan usia bayi.
  3. Ada sebagian juga yang beranggapan bila bayi duduk bersimpuh membentuk seperti huruf ‘W’ saat duduk di lantai dapat memperberat kelainan pada kaki bayi. Meskipun masih dalam perdebatan, namun hal tersebut dapat menjadi masukan bagi orangtua.

Oleh karena itu, bila orangtua merasa ada sesuatu yang tidak beres atau ada keanehan dengan bentuk kaki si bayi, segeralah periksakan bayi anda sesegera mungkin ke dokter ortopedi.