Bagaimana Balita Belajar dari Rasa Kecewa?

Bunda, tahukah bahwa seperti orang dewasa, balita belajar dari rasa kecewa juga? Akan sangat membantu jika Bunda dapat memahami bagaimana si kecil mempelajari sesuatu yang berharga dari kekecewaan yang dia rasakan.

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya, meskipun begitu, yang terbaik bukanlah selalu apa yang diminta oleh anak. Banyak dari orang tua yang tidak tega dan iba melihat sang anak, terutama balitanya, mengalami kekecewaan akibat tidak mendapatkan apa yang dia minta. Sehingga orang tua cenderung selalu memberikan apa yang diminta oleh balitanya. Alasan lainnya adalah ketimbang melihat si kecil rewel dan membuat repot orang tua, diberikan saja apa yang dia minta.

Faktanya, balita akan belajar sesuatu dari rasa kecewa. Artinya, pada saat balita merasakan kekecewaan akibat suatu hal, ada pengalaman baru dan pelajaran yang orang tua bisa ajarkan. Pengalaman ini sudah tentu akan menambah pengalaman lain yang baru dia rasakan.

Mengalami Rasa Kecewa Menambah Pengalaman Balita

Balita perlu mengetahui apa itu rasa kecewa, bagaimana perasaan itu dapat terjadi dan apa akibat dari timbulnya perasaan kecewa tersebut. Dengan pengetahuan itu, anak dapat belajar pengalaman dan hal baru dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Hal ini juga berlaku sama dengan perasaan lainnya seperti bahagia, bangga, juga sedih. Mengalami suatu pengalaman yang menyebabkan kekecewaan adalah hal yang tidak bisa dihindari maupun dicegah. Dengan mengalami pengalaman yang mengecewakan, anak akan belajar bahwa setiap hal memiliki batas tertentu.

Menurut para pakar perilaku, seorang anak lahir dengan kemampuan mengatasi rasa kekecewaan serta kepedihan. Kemampuan tersebut akan tumbuh dengan baik jika balita mendapat pengalaman merasakan kekecewaan. Semakin beragam pengalaman kecewa yang didapat anak, maka semakin terampil pula ia dapat mengatasinya. Dengan terlatihnya anak dalam mengatasi rasa kecewa, balita dapat tumbuh dengan pribadi yang kuat. Hal itu dapat membuat anak melihat suatu kekecewaan sebagai tantangan dan membangun rasa percaya diri pada diri mereka.

Lebih jauh lagi, manfaat balita belajar dari rasa kecewa adalah untuk mengajarkan mana yang benar dan mana yang tidak. Dengan menunjukkan ekspresi kecewa, orang tua dapat mengajarkan balita bahwa yang ia perbuat adalah kesalahan dan sebaliknya.

Mengajari Balita Mengatasi Rasa Kecewa

Dalam menunjukkan dan mengajarkan cara mengatasi kekecewaan pada balita, hendaknya orang tua tetap menggunakan kalimat dan nada positif. Rangsangan positif yang diberikan pada balita akan membuat balita dapat mengatasi rasa kecewa lebih baik; karena balita tumbuh dengan meniru apa yang ia lihat dan dengar setiap saat. Selain mengajarkan tentang kekecewaan, orang tua harus mengimbanginya dengan memberikan dukungan. Dengan respon positif dari orang tua, balita dapat tumbuh menjadi pribadi tegar. Kurangnya respon positif dari orang tua dapat mengakibatkan balita tumbuh menjadi seseorang yang pesimistik, ragu–ragu serta tidak percaya diri. Hal itu karena balita hanya dipaparkan pada kejadian yang membuatnya kecewa tanpa tahu hal apa yang bisa dia lakukan untuk mengatasinya sehingga ketrampilan balita belajar dari rasa kecewa tidak terasah dengan baik.