
Anafilaksis adalah reaksi alergi yang parah yang berpotensi mengancam jiwa. Reaksi ini dapat sangat menakutkan, anak akan merasa sepertinya tenggorokannya menutup atau mau pingsan. Anafilaksis tidak umum, tetapi anak-anak yang menderita alergi lebih berisiko untuk itu. Jadi, jika anak Anda menderita alergi, sangat penting untuk mengetahui lebih lanjut mengenai anafilaksis.
Anafilaksis disebabkan oleh masalah dengan sistem kekebalan tubuh, yang merupakan pertahanan alami tubuh terhadap penyakit dan infeksi. Dalam kasus anafilaksis, sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap benda asing yang dianggap berbahaya dan melepaskan sejumlah bahan kimia, seperti histamin.
Pemicu Anafilaksis
Ada 4 penyebab utama yang dapat memicu terjadinya anafilaksis.
Alergi Makanan
Hampir setengah kasus dari alergi makanan yang menyebabkan anafilaksis disebabkan oleh kacang. Beberapa jenis makanan lain yang dapat menyebabkan anafilaksis adalah :
- berbagai jenis kacang-kacangan seperti kenari, kacang mete, almond, kacang brazil, kedelai.
- susu
- hidangan laut seperti ikan, kerang, udang
- telur
- beberapa jenis buah, seperti pisang, anggur dan stroberi
Bagi penderita alergi, sejumlah kecil dari makanan dapat menyebabkan reaksi yang sangat parah.
Alergi Sengatan Serangga
Sengatan serangga apapun memiliki potensi untuk memicu anafilaksis, tetapi sebagian besar kasus disebabkan oleh sengatan lebah atau tawon. Diperkirakan sekitar 1 dari 100 orang akan mengalami reaksi alergi setelah lebah atau tawon menyengat, tetapi hanya sebagian kecil yang akan menimbulkan anafilaksis.
Alergi Obat
Jenis obat yang dapat menimbulkan reaksi anafilaksis yaitu
- antibiotik - terutama antibiotik penisilin
- obat anestesi
- obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen dan aspirin
Namun, resiko yang diakibatkan dari alergi obat ini sangat kecil, sehingga dalam banyak kasus manfaat pengobatan lebih besar daripada potensi resiko.
Alergi Latex
Latex adalah sejenis bahan karet yang digunakan untuk sarung tangan, beberapa jenis alat kesehatan, mainan, dll.
Tanda Anafilaksis
Anafilaksis dapat memicu gejala pada salah satu dari empat sistem tubuh :
- Kulit
- Sistem pencernaan
- Sistem pernapasan
- Sistem kardiovaskular
Reaksi alergi dapat menjadi darurat medis jika terjadi gejala pada dua atau lebih pada sistem tubuh - misalnya, gatal-gatal pada kulit bersama dengan sakit perut.
Tanda-tanda yang paling umum bahwa seseorang mungkin memiliki anafilaksis setelah terpapar alergen adalah:
- kesulitan bernapas
- sesak di tenggorokan atau perasaan seperti tenggorokan atau saluran udara yang menutup
- suara serak atau kesulitan bicara
- mengi
- hidung tersumbat atau batuk
- mual, sakit perut, atau muntah
- detak jantung cepat
- gatal-gatal kulit, kesemutan, kemerahan, atau bengkak
Pengobatan Tepat Waktu
Anafilaksis membutuhkan perawatan segera karena dapat memburuk sangat cepat. Bila anak Anda menderita alergi yang parah dokter biasanya menganjurkan untuk selalu membawa obat yang disebut epinefrin. Epinefrin memasuki aliran darah dan bekerja dengan cepat terhadap gejala alergi yang serius - misalnya, mengurangi pembengkakan dan meningkatkan tekanan darah. Epinefrin merupakan suntikan adrenalin. Adrenalin adalah bahan kimia yang dihasilkan tubuh ketika kita takut dan harus melawan atau melarikan diri dari bahaya. Bahan kimia ini membuat jantung memompa lebih keras dan lebih cepat dan mengirimkan energi dengan cepat ke otot sehingga otot menjadi kuat dan meloloskan kita dari bahaya.

