Trimester Ketiga Kehamilan

Minggu ke 29 sampai minggu 40 berarti kehamilan telah memasuki trimester ketiga. Perubahan yang terjadi pada tubuh ibu semakin terlihat. Perut tampak semakin membesar. Pada trimester ketiga ini ibu sudah harus mempersiapkan kehadiran anggota baru dalam keluarga. Pada saat ini mungkin macam-macam perasaan mulai menghinggapi calon ibu. Dari mulai rasa bahagia menanti bayi baru, khawatir dengan kesehatan bayi, atau mulai cemas berpikir tentang proses persalinan. Tak perlu khawatir, sering-seringlah berkonsultasi dengan orang yang berpengalaman. Pada minggu-minggu terakhir kehamilan ini kunjungan ke dokter juga semakin sering. Mulai dari 2 minggu sekali, sampai seminggu sekali ketika usia kehamilan mulai memasuki minggu ke 36/37.

Beberapa perubahan yang terjadi pada kehamilan trimester ketiga ini adalah sebagai berikut:

  • Sakit Punggung. Ibu hamil pada trimester ini biasanya mengalami sakit punggung. Hal ini wajar, karena beban yang dibawa mulai bertambah (yaitu bayi di dalam kandungan). Untuk mencegahnya, hindari mengangkat beban yang terlalu berat, bejalanlah dengan bahu yang tegak, serta gunakanlah sepatu bertumit datar.
  • Payudara. Pada minggu-minggu terakhir kehamilan, ada beberapa ibu yang akan mengalami keluarnya cairan dari payudaranya. Tidak perlu panik, karena cairan tersebut adalah kolostrum, yang merupakan makanan bayi pertama yang kaya akan protein.
  • Konstipasi. Konstipasi atau susah buang air besar juga akan terjadi di minggu-minggu terakhir. Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya tekanan rahim ke area usus. Untuk mencegah konstipasi tersebut perbanyaklah maan makanan yang berserat tinggi dan buah.
  • Masalah Pernafasan. Mendekati minggu terakhir kehamilan, maka calon ibu banyak yang mengalami susah bernafas. Hal ini terjadi karena kondisi rahim yang membesar dan menekan paru-paru. Namun tekanan ini berkurang dalam 2 minggu terakhir ketika posisi bayi sudah turun ke area panggul.
  • Masalah Tidur. Calon Ibu mulai merasakan susahnya tidur karena perut yang semakin membesar, dan bayi yang semakin sering menendang. Calon Ibu akan sering terbangun di malam hari. Untuk mengurangi masalah tersebut, tidur dengan posisi miring ke kiri dengan posisi kaki kiri ditekuk, dan posisi kaki kanan menumpang di atas, condong ke depan (seperti posisi memeluk guling). Atau berbaring miring dengan posisi ke kanan.
  • Sering Buang Air Kecil. Dengan posisi rahim yang semakin membesar, semakin menekan kandung kemih pula. Dan hal ini juga mengakibatkan calon ibu sering buang air kecil. Untuk itu calon ibu perlu menjaga kebersihan vagina nya, dengan membersihkan secara cermat sehabis BAK, dan sering mengganti celana dalam dengan yang kering.
  • Varises. Pada beberapa calon ibu keluhan ini juga sering muncul. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan volume darah. Serta kepala bayi yang semakin turun kebawah yang mengakibatkan penekanann pada area vena di panggul. Untuk menghindari pembesaran vena tersebut, cobalah angkat kaki (diganjal dengan bantal) pada saat tidur malam hari. Jangan berdiri atau duduk terlalu lama.
  • Kontraksi Palsu. Pada minggu terakhir, calon ibu juga akan merasakan adanya kontraksi palsu, yang akan hilang ketika istirahat.
  • Bengkak. Biasa disebut edema. Terjadi pembengkakan di area tangan dan kaki. Hal ini wajar, karena adanya perubahan hormonal.

Bila khawatir dengan keluhan-keluhan tersebut, sering-seringlah berkonsultasi dengan praktisi kesehatan. Baik dokter atau bidan.