Tips Penanganan Hipoglikemia Pada Bayi

Kehadiran si buah hati akan menimbulkan banyak kekhawatiran apalagi bayi masih sangat rentan terhadap berbagai serangan kuman penyakit. Salah satu hal yang dikhawatirkan terjadi pada bayi yaitu hipoglikemi. Sebenarnya apa hipoglikemia dan bagaimana tips penanganan hipoglikemia pada bayi?

Hipoglikemia merupakan kadar glukase darah pada bayi yang kurang dari 45 mg/dL (2.6 mmol/L). Kondisi ini bisa berbahaya karena akan mempengaruhi system saraf yang parah dan terjadinya gangguan pada cardiopulmonary. Gejala yang umum terjadi pada bayi dengan hipoglikemia yaitu kejang dan muntah. Hipoglikemia yang terjadi berkelanjutan pada bayi bisa mengganggu perkembangan otak bahkan bisa menyebabkan kerusakan pada otak. Hipoglikemia bisa disebabkan oleh hormon yang disekresi berubah, terjadi kekurangan cadangan glikogen hati, glukoneogenesis yang kekurangan cadangan otot sumber asam amino, dan proses pelepasan asam lemak yang kekurangan cadangan lipid. Ibu dengan diabetes mellitus pun memungkin bayi mengalami hipoglikemia.Bayi yang berisiko mengalami hipoglikemia biasanya lahir dengan berat badan kurang dari dua kg atau lebih dari empat kg. Bayi lahir premature yaitu usia kehamilan kurang dari 37 minggu.

Tips penanganan hipoglikemia pada bayi bisa dilakukan dengan memonitor bayi yang memang berisiko hipoglikemia seperti ibu bayi yang memiliki riwayat diabetes mellitus. Sejak kelahirannya, bayi harus dimonitor kadar glukosanya. Monitor dilakukan sejak bayi berumur tiga jam. Monitor dilakukan setiap enam jam tiga kali selama  24 jam. Pemeriksaan terus dilakukan hingga penanganan selesai. Penanganan hipoglikemia harus dilakukan secepatnya agar komplikasi pada otak bisa dicegah. Bayi yang baru lahir langsung diberi ASI. Tim medis yang menangani bayi dengan hipoglikemia akan memberikan nasogastrik, intramuskular, intraosseous, atau IV terutama bagi bagi yang tidak dapat minum. Untuk meningkatkan kadar glukosanya, tim medis akan memberikan beberapa obat seperi destrosa, glucagon, diazoxide, dan octreotide. Tim medis tidak boleh memberikan kortisol karena bisa menyebabkan glukoneogenesis terangsang sehingga penggunaan glukosa menurun.

Hipoglikemia yang terjadi pada bayi bisa dicegah, caranya dengan memberikan ASI kepada bayi karena Asi mengandung kolostrum. Zat ini sangat baik untuk mengatasi kadar gula yang rendah. Lakukan kontak kulit antara ibu dengan bayi secara intensif. Lakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim medis.

Demikianlah tips penanganan hipoglikemia pada bayi. Semoga dapat bermanfaat.