
Seperti yang kita ketahui bahwa anak dengan usia 5-12 tahun adalah usia dimana si anak mulai mengenali dirinya, mulai mengerti mana yang salah dan benar. Oleh karena itu jika anak melakukan kesalahan, sebagai orangtua yang cerdas akan memilih lebih baik tidak terlalu menunjukkan dimana letak kesalahannya, dengan sendirinya anak akan mulai tahu apa kesalahannya. Banyak bertanya mengenai hal-hal yang belum diketahuinya, seperti merokok, minuman beralkohol , cinta terhadap lawan jenis dan seks adalah salah satu cara anak ketika dalam pencarian identitas diri dan awal dari masa pubertas. Mempelajari setiap perubahan yang terjadi pada diri anak adalah salah satu tips menghadapi anak usia 5-12 tahun yang mulai puber. Mengenali emosi yang menyertai anak usia tersebutpun adalah bagian yang penting bagi orangtua untuk dipelajari ketika anak memasuki masa pubertasnya. Dengan mulai membuat aturan dan menerapkannya dengan cara yang menarik membuat anak tidak merasa tertekan atau terpaksa dalam menjalani aturan yang telah dibuat.
Berikut adalah tips menghadapi anak usia 5-12 tahun yang mulai puber yang bisa dijadikan acuan bagi orangtua, yaitu :
1. Kenali perubahan secara biologis ketika anak masuk dalam masa pubertas, seperti perubahan yang terjadi pada fisik anak. Contohnya anak perempuan yang mulai mendapat menstruasi, mulai membesar buah dada dan pinggulnya, atau ketika bulu-bulu mulai tumbuh di bagian tertentu. Dan bagi anak lelaki yang mulai mengalami mimpi basah, perubahan suara, pembesaran testis dan tumbuhnya bulu-bulu pada bagian tertentu. Berikan penjelasan yang baik dan sopan tentang perubahan yang terjadi hingga anak mudah mengerti.
2. Kenali pula perubahan sosial dan psikologi. Ketika anak mulai memasuki masa pubertas, kadangkala anak mulai berubah perilakunya ketika berada di lingkungan teman2nya. Jika seorang anak terbiasa mengecup kedua pipi ibunda-nya saat akan memasuki lingkungan sekolah, maka jangan kaget ketika tiba-tiba anak tak mau lagi melakukan hal itu hanya karena takut diledek oleh teman-temannya.
3. Berikan pujian atas semua kemampuan yang dimiliki anak agar anak merasa yakin dan percaya diri, hingga dengan begitu dengan sendirinya anak akan merasa dekat dengan orangtuanya dan mau menjadikan orangtuanya sebagai tempat curhat mengenai apapun.
4. Jangan ragu melakukan penjelasan pada anak mengenai hal yang dianggap tabu seperti percintaan dan seks. Cari cara yang tepat untuk memberikan penjelasan mengenai kedua hal tersebut agar anak mengerti dengan mudah.
5. Berilah kepercayaan pada anak dalam segala hal dengan tidak meninggalkan perhatian sedikitpun.
6. Ajarkan anak mengenai hal-hal yang mendukung kemandiriannya seperti membereskan kamar tidur atau barang-barang miliknya. Hingga anak menjadi terbiasa dengan kemandiriannya dan mampu mencari solusi bagi setiap masalah yang datang padanya kelak.
Demikian tips menghadapi anak usia 5-12 tahun yang mulai pubertas, semoga dengan memperhatikan hal-hal diatas sedikit banyak dapat membantu para orangtua. Ayo para orangtua yang cerdas, jangan ragu untuk menerapkan hal diatas pada anak-anak kita.

