
Melahirkan adalah sesuatu yang paling diidamkan oleh semua wanita. Melahirkan merupakan pelengkap kebahagiaan berumahtangga bagi semua pasangan. Proses kehamilan selama 9 bulan akan memuncak pada saat janin yang di dalam kandungan dilahirkan. Sungguh luar biasa proses melahirkan antara bahagia dan juga rasa sakit. Namun, tidak ada rasa sakit yang melebihi rasa bahagia menyambut sang buah hati.
Namun, bagi ibu yang memiliki kecenderungan tekanan darah tinggi dan merencanakan kehamilan dalam waktu dekat harap selalu berhati-hati dan waspada. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu masalah kesehatan Anda kepada dokter. Apabila dibutuhkan penanganan yang intensif maupun terapi, maka lakukanlah sesuai anjuran, karena risiko melahirkan prematur pada ibu penderita darah tinggi itu sangat besar, taruhannya bisa nyawa ibu dan bayi.
Bagaimanapun juga selama masa kehamilan, dan terutama menjelang proses melahirkan, tekanan darah cenderung menjadi lebih tinggi atau biasa disebut hipertensi gestasional. Dengan naiknya tekanan darah dan kadar protein dalam urin, maka akan bisa berakibat kepada gangguan pada ginjal atau organ lain si ibu, dan pada beberapa kasus yang lebih parah, hipertensi dapat menyebabkan preeklamsia yang sangat berbahaya dan ini bisa terjadi sejak minggu ke 20 kehamilan. Preeklamsia juga berefek negatif pada organ dalam lain seperti otak dan hati. Nah itu yang terjadi pada ibu, bagaimana jika terjadi pada janin? Selain menyebabkan berat badan sang bayi tidak normal tetapi juga kelahiran prematur, yang berpotensi menyebabkan bayi meninggal saat dilahirkan.
Risiko melahirkan prematur pada ibu penderita darah tinggi bisa juga karena sebelum hamil sang ibu menderita obesitas, penyakit darah tinggi kronik, diabetes, gagal ginjal, lupus ataupun scleroderma. Hal ini bisa juga terjadi pada wanita hamil dibawah usia 20 tahun maupun diatas 40 tahun. Berdasarkan beberapa data, salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu melahirkan di Indonesia, di samping kasus perdarahan dan infeksi, maka preeklamsia adalah menjadi penyebab kematian nomor dua.
Setiap ibu hamil bisa mengetahui preeklamsia di dalam dirinya setelah melalui beberapa tes yang menyangkut tekanan darah dan protein pada urin ibu. Gejalanya adalah sakit kepala terus menerus, penglihatan kurang jelas, sakit bagian perut. Sering melakukan kontrol ke dokter, mengurangi konsumsi garam, menghindari rokok, minuman beralkohol dan selalu berkonsultasi kepada tenaga kesehatan apabila akan mengkonsumsi obat-obatan tertentu.
Namun demikian, walaupun memiliki faktor risiko yang tinggi, sang ibu tidak perlu khawatir berlebihan. Satu-satunya jalan melampaui preeklamsia ini adalah dengan melahirkan sang bayi, karena penyakit ini muncul hanya pada saat masa kehamilan. Efek hipertensi sangat bervariasi tergantung pada kondisi fisik, riwayat kesehatan dan banyak faktor lainnya. Agar menghindari kemungkinan terjadinya kelahiran prematur, maka kontrol rutin, serta selalu menjaga kesehatan baik bagi sang ibu dan bayi, akan saling mendukung lancarnya proses kehamilan hingga melahirkan. Keselamatan sang ibu dan bayi adalah utama.

