Persiapan Kehamilan Pasca Kuret Secara Psikologis

Persiapan Kehamilan Pasca Kuret Secara Psikologis perlu diketahui oleh pasangan suami istri yang baru saja mengalami musibah keguguran. Keguguran adalah hal yang menyakitkan bagi wanita yang mengalaminya. Apalagi bila keguguran tersebut tidak diperkirakan sebelumnya, ditambah lagi anak tersebut sangat ditunggu-tunggu kehadirannya. Namun, bila keguguran telah terjadi tidak ada yang dapat dilakukan selain dilakukan kuret pada rahim. Tindakan kuret dilakukan agar rahim bersih, dan tidak ada sisa-sisa jaringan atau plasenta yang tertinggal di dalam rahim. Masih adanya sisa jaringan atau plasenta dalam rahim itu yang menyebabkan perdarahan. Perdarahan tersebut harus dihentikan dengan tindakan kuret.

Persiapan Kehamilan Pasca Kuret Secara Psikologis Bagi Calon Ibu

Suami istri yang telah menikah tentu menginginkan secepatnya diberi momongan. Namun, bila harapan tersebut ternyata harus tertunda dikarenakan sang istri keguguran, hal itu harus diterima sebagai kenyataan. Meskipun pahit, dan sedih pasangan suami istri tetap harus bersyukur. Keguguran dapat terjadi oleh berbagai sebab, ini merupakan hukum alam bahwa sesuatu yang kurang sempurna tentu agak sulit untuk tetap bertahan. Kita ketahui bahwa, saat seorang wanita dinyatakan positif hamil, di dalam rahimnya telah berkembang dan bertumbuh seorang calon anak. Pertumbuhan dan perkembangan janin dipengaruhi oleh banyak hal. Janin yang ada dalam kandungan akan tumbuh dan berkembang secara sempurna bila sel telur dan sperma cikal bakal janin adalah dalam keadaan sehat dan normal.

Bila ternyata salah satu atau keduanya tidak sehat atau normal, maka kemungkinan untuk terjadinya keguguran semakin besar. Selain itu, ada faktor lainnya yang dapat menyebabkan keguguran, misalnya calon ibu terlalu capek, kurang gizi, komplikasi berbagai penyakit, kurang darah, dan gangguan metabolisme tubuh lainnya. Persiapan kehamilan pasca kuret secara psikologi bagi calon ibu harus dilakukan. Calon ibu harus mempersiapkan baik fisik dan mentalnya. Kondisi psikologis yang terganggu atau mendapat tekanan akan mempersulit kehamilan selanjutnya. Pikiran tenang, dan berpikir positif menghadapi berbagai keadaan adalah cara yang dapat dilakukan oleh calon ibu. Namun, bukan calon ibu saja yang membutuhkan persiapan mental, calon ayah juga harus memiliki pikiran yang tenang dan positif. Pikiran yang tenang, positif akan membantu proses pemulihan pasca keguguran dan pasca dikuret.

Persiapan kehamilan pasca kuret secara psikologis bagi calon ibu yang harus diperhatikan

Ada beberapa persiapan kehamilan pasca kuret secara psikologis bagi calon ibu yang harus diperhatikan antara lain:

  1. Calon ibu dan calon ayah harus berpikir bahwa itu adalah kehendak Tuhan yang terbaik.
  2. Hilangkan pikiran dan rasa bersalah dalam diri calon ibu. Hal itu akan menambah buruk dan berdampak kurang baik bagi perkembangan mental atau psikis calon ibu.
  3. Cari tahu berbagai informasi tentang keguguran, dan kehamilan pasca keguguran. Informasi tersebut dapat dengan mudah diperoleh melalui majalah, tabloid, surat kabar, televisi dan internet. Informasi tersebut akan sangat berguna bagi calon ibu. Melalui informasi yang ada calon ibu akan dapat meminimalisir resiko keguguran pada kehamilan selanjutnya.
  4. Konsultasi ke dokter dan tanyakan berbagai hal yang berhubungan dengan kehamilan antara lain bagaimana agar dapat hamil lagi, kapan masa subur wanita, makanan apa yang wajib dikonsumsi, suplemen apa yang dapat meningkatkan kesuburan, dan masih banyak lagi.

Demikian mengenai Persiapan Kehamilan Pasca Kuret Secara Psikologis.