Persiapan Emosional Kakak Menyambut Kelahiran Adik

Senangnya ketika mengetahui akan punya anak lagi. Apalagi setelah lama atau jauh dari jarak kehamilan anak pertama. Tapi bagaimana dengan anak pertama? Apakah dengan senang hati menerima calon adik barunya? Atau malah takut tersisih?

Persiapan Emosional Kakak

Cepat atau lambat seorang kakak pasti sayang dengan adiknya. Apalagi jika ayah dan ibu bisa mengakomodasi perasaan kakak dan dapat kompak agar perhatian untuk kakak tetap terjaga. Jadi bagaimana agar perkenalan saudara kandung ini bisa mulus? Berikut beberapa tipsnya :

  1. Panggil Kakak. Jauh sebelum dinyatakan hamil lagi. Persiapkan anak sulung dengan panggilan kakak. Panggilan ini menjadikan awal mempersiapkannya suatu hari dia akan punya adik.
  2. Dongeng tentang adik. Ceritakan hal-hal yang berhubungan dengan adik bayi yang lucu, menyenangkan dan seru menjadi teman bermain. Tanamkan hal-hal postif bagaimana seharusnya kakak menyayangi adik.
  3. Ajak berkunjung ke rumah teman yang melahirkan. Jika teman Anda ada yang melahirkan atau acara aqikahan, ajaklah si kakak untuk melihat adik bayi. Lihat reaksinya, jika si kakak senang, maka lebih mudah mempersiapkannya, tapi jika sedih, perlu digali perasaan kakak apakah ada kecemasan tidak disayang lagi, ketidaktahuaan akan enaknya berkakak adik atau ada hal-hal lain.
  4. Mengenalkan perkembangan calon adik. Ajak si kakak ke dokter atau ke bidan saat ibu memeriksa kandungan. Si kakak akan antusias mendengar detak jantung atau gambar USG calon adiknya.
  5. Ajak mencari nama. Ajaklah si kakak memilih nama untuk calon adik barunya. Biarkan ia memberikan pendapat. Kenalkan jenis kelamin calon adik, sehingga mempersiapkan nama sesuai dengan jenis kelamin. Selain itu, persiapkan juga kakak jika jenis kelamin adik tidak sesuai yang diinginkannya. Katakan, adik perempuan atau laki-laki sama saja.
  6. Ikut belanja perlengkapan bayi. Libatkan kakak untuk memilih perlengkapan adiknya, seperti baju, popok, selimut, kaos kaki, box.
  7. Libatkan menjaga adik. Jika adik telah lahir, ajak kakak ikut membantu menjaga adik. Namun perlu diingatkan adik bayi belum dapat diajak bermain, belum dapat berjalan dan bicara.
  8. Semua sayang kakak. Libatkan ayah untuk lebih memperhatikan kakak, karena ibu setelah melahirkan lebih sibuk dengan adik bayi karena harus merawat dan menyusuinya.

Harapannya dengan melalui tahapan persiapan emosional untuk kakak dari sejak perencanaan kehamilan sampai adik bayi lahir, maka antusiasme kakak turut melengkapi kegembiraan ayah ibu dalam menyambut anggota keluarga baru.