Persalinan dengan Alat Bantu Vakum

Tingkat kesulitan persalinan tidak pernah terduga walaupun tindakan antisipasi telah dilakukan dan kesiapan fisik serta mental dalam keadaan prima.  Persalinan bisa tetap dilakukan secara normal tetapi dengan alat bantu.  Alat bantu vakum salah satunya.

Persalinan dengan alat bantu vakum atau ektraksi vakum merupakan langkah alternatif jika proses persalinan normal tidak berjalan dengan baik. Persalinan vakum biasanya dilakukan apabila Anda sudah kehabisan tenaga untuk mengejan ataupun adanya pertimbangan medis.

Alat Vakum

Persalinan vakum merupakan persalinan buatan yang bekerja dengan bantuan alat yang berbentuk cup atau mangkuk berdiameter 4-6 centi meter. Alat ini merupakan penarik kepala bayi. Alat ini bisa bekerja tanpa bantuan Ibu saat mengejan.  Pada punggung mangkuk terdapat tonjolan lubang yang tersambung dengan rantai penarik, tonjolan berlubang yang menghubungkan rongga mangkuk dengan pipa penghubung atau tonjolan landay sebagai tanda untuk penunjuk kepala bayi. Alat vakum ada dua, yaitu yang menggunakan tenaga mesin dan tenaga manusia (dokter).

Alasan Persalinan Vakum

Persalinan dengan alat bantu vakum dilakukan untuk menyelamatkan dua nyawa sekaligus  :

  • Penderita preeklamsia berat. Dimana secara medis penderita preeklamsia berat tidak boleh mengejan terlalu kuat karena akan membuat pembuluh darah penderita preeklamsia pecah.
  • Terjadi gawat janin, hal ini ditandai dengan kecepatan denyut jantung janin lebih dari 160 kali per menit atau menurun menjadi 80 kali per menit. Kondisi denyut jantung yang menurun ini menandakan janin telah mengalami kekurangan oksigen dan  harus segera dilakukan tindakan.

Proses Persalinan Vakum

Lalu, bagaimana proses persalinan dengan alat bantu vakum ini bekerja? Ibu dalam posisi siap melahirkan atau kedua kaki terbuka. Dokter akan melakukan pemeriksaan dalam  untuk menemukan apakah ada bagian jalan lahir atau kulit ketuban yang terjepit antara mangkuk dan kepala janin. Dokter akan melakukan episitiomi atau merobek sedikit jalan lahir.

Bersamaan dengan timbulnya rasa mulas atau his, Anda akan dibimbing untuk mengejan dan bersamaan dengan itu dokter akan menarik kepala bayi Anda. Persalinan dengan alat bantu vakum boleh dilakukan apabila pembukaan sudah lebih dari 7 cm, kepala bayi dalam keadaan normal, ketuban sudah pecah atau sengaja dipecahkan. Apabila dalam waktu 30 menit proses vakum tidak bisa mengeluarkan kepala bayi, maka proses vakum harus segera dihentikan.