Peran Orang Tua Menghadapi Fobia Sekolah Pada Balita

Fobia sekolah pada balita hendaknya segera ditindaklanjuti oleh para orang tua. Meski sebenarnya fobia sekolah bukan termasuk masalah serius jika tidak terjadi secara terus-menerus. Berbeda halnya dengan masalah kesehatan pada balita, jika balita dibiarkan oleh orang tuanya sering tidak masuk sekolah, maka hal tersebut akan memacu timbulnya fobia sekolah pada balita.
Adapun fobia sekolah pada balita jika segera ditangani tentu akan menjadikan anak kembali dalam kondisi seperti biasanya tanpa ada fobia. Biasanya waku yang dapat menunjukkan tentang fobia tersebut dapat dipulihkan sekitar 2 minggu. Para orang tua hendaknya tidak memaksakan diri anak untuk memenuhi segala keinginan orang tuanya. Anak dengan usia balita sebaiknya diberi kelonggaran untuk mengembangkan kreasinya menjalani proses petumbuhan dan perkembangannya. Meskipun ia telah diajari sekolah sejak dini, tapi sebaiknya jangan memicu timbulnya fobia sekolah anak pada balita.

Penyebab Anak Mengalami Fobia Sekolah

Kebingungan dengan diiringi rasa khawatir tentu dimiliki sebagian besar orang tua jika menemui masalah fobia sekolah pada balita. Padahal harapan orang tua menyekolahkan sejak dini yaitu agar perkembangan otak, kecerdasan dan lainnya semakin meningkat seiring proses pertumbuhannya. Biasanya gejala yang dapat diketahui secara langsung yaitu anak secara tiba-tiba tidak ada keinginan untuk sekolah, menangis begitu sampai di sekolah atau bertingkah laku kurang baik selama berada di sekolah sebagai pelampiasan rasa kesalnya karena merasa “dipaksa” bersekolah.
Berbagai alasan mereka tidak ada keinginan masuk sekolah mereka sampaikan kepada orang tuanya. Alasan tersebut misalnya pusing, sakit perut, sakit panas dan lainnya. Jika orang tua tetap memaksakan agar anak bersekolah, maka fobia sekolah pada balita tidak dapat dihindari lagi. Anak akan terkesan cemas dengan keluhan mereka. Fobia sekolah tidak terbatas pada usia anak balita tapi akan dapat dialami oleh setiap anak hingga usianya 14-15 tahun.

Peran Orang Tua Menghadapi Fobia Sekolah Pada Anak

Adapun tindakan yang dapat dilakukan orang tua ketika menghadapi fobia sekolah pada balita ataupun usia anak setelah balita sebagai berikut.

  • Orang tua tetap menyampaikan pentingnya ia sekolah. Anak dimotivasi untuk sekolah agar fobia sekolahnya segera dapat diatasi sejak dini.
  • Ketika ia mengeluh ataupun berusaha mencari alasan, maka orang tua dengan penuh kesabaran dan bahasa anak menyampaikan ketegasannya karena sekolah dapat memberikan manfaat baginya.
  • Sering mengajak berbincang guru kelasnya mengenai perkembangan anaknya. Jangan lupa juga untuk konsultasi dengan dokter ahlinya mengenai masalah kesehatannya, baik fisik maupun psikologi, sehingga dapat dipahami mengapa anak mengalamai fobia sekolah.

Semoga bermanfaat!